Antrean Panjang di SPBU, Komisi XII DPR: Karena Masyarakat Pindah ke BBM Subsidi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 16 Juli 2026 | 17:12 WIB
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (BeritaNasional/YT DPR)
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (BeritaNasional/YT DPR)

BeritaNasional.com - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkap penyebab antrian panjang di SPBU dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat banyak yang beralih ke BBM subsidi. Hal itu disampaikan Bambang usai rapat bersama BPH Migas dan PT Pertamina. Namun, ia menjamin bahwa stok BBM dalam kondisi aman.

"Nah kami bertanya terkait dengan kenapa ada antrian di dalam satu minggu terakhir ini terjadi di berbagai tempat di SPBU di kota-kota yang ada di Indonesia Dijelaskan bahwa terkait dengan antrian tersebut mungkin disebabkan antara lain karena pertama adanya shifting Daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi Non-subsidi beralih kepada BBM subsidi," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Komisi XII juga mendapat laporan terjadi dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang diperjualbelikan kembali ke industri dan bidang lain. BPH Migas melaporkan telah melakukan kontrol dan pengawasan, serta penegakan hukum untuk mengatasi masalah tersebut.

"Kemudian juga kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau bidang-bidang lainnya," jelas Bambang.

Komisi XII pun meminta Pertamina agar menambah waktu operasional SPBU. Serta meningkatkan armada truk pengangkut BBM agar bisa menguraikan antrian.

"Sehingga dari situasi yang ada ini Kami juga meminta kepada Pertamina Patra Niaga agar mereka di dalam waktu cepat segera untuk mengoptimalkan operasional mereka di dalam pelayanan kepada masyarakat menambah jumlah jam daripada operasi SPBU Kemudian juga terkait dengan armada transport Itu dapat ditingkatkan dapat ditambah jumlahnya Sehingga dengan demikian dapat segera menguraikan antrian-antrian yang ada di SPBU," pinta Bambang.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan pihaknya bersama Pertamina Patra Niaga terus menyalurkan dan BBM untuk seluruh SPBU. Mereka fokus normalisasi distribusi BBM dengan baik dan tepat.

"Daerah-daerah tertentu indikasi kenaikan hampir mencapai 10 sampai 15 persen dan kita semua kita lakukan. Ini untuk melayani masyarakat agar supaya tidak melakukan panic buying untuk membeli BBM yang berlebih," katanya dalam kesempatan yang sama.

Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan harian dengan bijak dan wajar. Masyarakat yang melakukan pelanggaran pembelian BBM subsidi bakal dilakukan blokir serta penindakan langsung di lapangan.

"Dan kami terus menggerakkan dan melakukan evaluasi kaitannya pelanggaran-pelanggaran pembelian BBM subsidi, baik itu melakukan blokir QR code dan kita langsung tindak tegas untuk temuan-temuan di lapangan," tutur Wahyudi.

"Serta adanya penyerahan barang-barang bukti kendaraan-kendaraan yang terbukti sebagai helikopter, pengerit, maupun pengetap yang sering keluar masuk SPBU kita serahkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan tindakan sesuai dengan aturan dan regulasinya," imbuhnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: