Ikuti Jejak Apple, Microsoft Resmi Naikkan Harga Konsol Xbox Mulai Agustus 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi Xbox Series X25 Limited Edition. (Foto/YouTube Xbox)
Ilustrasi Xbox Series X25 Limited Edition. (Foto/YouTube Xbox)

BeritaNasional.com - Kabar kurang menyenangkan datang bagi para gamer. Hanya berselang beberapa jam setelah Apple mengumumkan kenaikan harga pada lini perangkat keras, Microsoft ikut mengambil langkah serupa dengan menaikkan harga konsol game Xbox secara global. 

Bukan hanya itu, raksasa teknologi ini juga memutuskan untuk menyuntik mati produksi model Xbox berkapasitas 2TB.

Dilansir dari TechCrunch pada Jumat (26/6/2026), kenaikan harga ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Agustus 2026. 

Kebijakan baru ini berimbas signifikan pada dompet konsumen. Model 512GB akan mengalami kenaikan harga sebesar USD100 atau sekitar Rp1,78 juta (kurs Rp17.852), sedangkan versi 1TB melonjak hingga USD150 (sekitar Rp2,67 juta).

Berikut adalah rincian penyesuaian harga terbaru untuk lini Xbox jika dikonversikan ke dalam rupiah:

Xbox Series S 512GB: Naik dari USD399 menjadi USD499 (sekitar Rp8,9 juta)

Xbox Series S 1TB: Naik dari USD449 menjadi USD599 (sekitar Rp10,69 juta)

Xbox Series X 1TB Digital: Naik dari USD599 menjadi USD750 (sekitar Rp13,38 juta)

Xbox Series X 1TB Disc: Naik dari USD649 menjadi USD800 (sekitar Rp14,28 juta)

Biaya Produksi Membengkak Akibat Demam AI

Pihak Microsoft menjelaskan bahwa keputusan pahit ini terpaksa diambil akibat meroketnya harga komponen memori dan penyimpanan konsol. 

Biaya produksi untuk kedua komponen vital tersebut dilaporkan membengkak hingga lebih dari 2,5 kali lipat dari sebelumnya.

Bahkan, Microsoft memberikan peringatan dini bahwa harga-harga ini berpotensi berlipat ganda pada musim gugur tahun 2027. 

Padahal, belum genap satu tahun lalu, tepatnya Oktober tahun lalu, perusahaan baru saja menaikkan harga Xbox di pasar Amerika Serikat (AS).

Fenomena ini rupanya senada dengan apa yang dialami Apple pada lini Mac dan iPad mereka. Apple menyebut adanya tekanan hebat di seluruh industri akibat melonjaknya biaya memori dan penyimpanan.

Ironisnya, kelangkaan komponen ini dipicu oleh tingginya permintaan global untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center).

Secara tidak langsung, pengumuman beruntun dari Microsoft dan Apple ini menegaskan betapa besarnya dampak ledakan tren AI terhadap harga barang-barang elektronik yang kita gunakan sehari-hari.

Solusi Microsoft

Sadar bahwa kebijakan ini akan memicu reaksi negatif dari para gamer, Microsoft mencoba meredam dampak tersebut dengan menawarkan sejumlah solusi finansial. Salah satunya adalah rencana memperluas akses ke perangkat keras dengan harga yang lebih ramah kantong.

"Kami sedang menggodok program baru untuk menyediakan konsol bekas resmi (refurbished) dengan harga yang jauh lebih rendah," tulis Microsoft dalam pengumuman resminya.

Besaran opsi pembiayaan juga dipermudah. Pelanggan yang membeli perangkat Xbox melalui Microsoft Store akan mendapatkan akses yang lebih luas ke program Buy Now, Pay Later (BNPL). 

Sementara itu, bagi konsumen yang berbelanja lewat Amazon, tersedia opsi pembiayaan hingga 12 bulan dengan bunga 0 persen untuk produk-produk tertentu yang memenuhi syarat.

Industri Konsol Game Kian Mahal

Dengan langkah ini, Microsoft resmi bergabung dengan Sony yang sudah lebih dulu meminta para gamer merogoh kocek lebih dalam. 

Sebagai perbandingan, harga PS5 versi digital saat ini sudah melonjak menjadi USD599 (sekitar Rp10,69 juta) dari harga awal peluncurannya yang sebesar USD499 (sekitar Rp8,9 juta).

Di sisi lain, Nintendo dinilai masih relatif di tengah-tengah dalam menetapkan harga untuk konsol teranyar, Switch 2. 

Meski begitu, para pengamat memperkirakan Nintendo lambat laun akan menghadapi tekanan serupa untuk menaikkan harga di masa mendatang demi bertahan di tengah krisis pasokan komponen global ini.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: