Pantai Gading Cetak Sejarah Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia, Nicolas Pepe Puji Kerja Sama Tim
BeritaNasional.com - Sejarah baru saja tercipta untuk sepak bola Pantai Gading. Setelah sekian lama selalu kandas di fase grup, negara berjuluk The Elephants ini akhirnya sukses mengamankan tiket ke babak gugur Piala Dunia FIFA untuk pertama kali.
Keberhasilan dramatis ini dipastikan setelah mereka sukses menumbangkan Curaçao dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga pemungkas Grup E pada Jumat (26/6/2026).
Penyerang andalan mereka, Nicolas Pepe, keluar sebagai bintang lapangan dengan memborong seluruh gol kemenangan. Menariknya, pascapertandingan, Pepe justru enggan jemawa dan memilih memuji kekompakan rekan-rekan setimnya.
"Ini adalah momen yang penuh kebanggaan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kami melangkah ke fase gugur. Tapi ingat, ini bukan kerja satu orang. Prestasi ini milik seluruh pemain, staf pelatih, dan semua orang yang terus mendukung kami," ujar Pepe yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Jumat.
Dua gol kemenangan Pepe masing-masing tercipta lewat aksi cepat di menit ke-7 dan dilengkapi di babak kedua pada menit ke-64.
Hasil ini mengunci posisi Pantai Gading sebagai runner-up Grup E di bawah Jerman, sekaligus menghapus memori kelam kegagalan mereka di fase grup pada edisi 2006, 2010, dan 2014.
Pelatih kepala Pantai Gading, Emerse Fae, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah baru yang wajib dirayakan oleh seluruh masyarakat di tanah air mereka.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, Fae yang dikenal perfeksionis tetap menyelipkan catatan evaluasi.
"Jelas belum ada yang sempurna, tapi kemenangan 2-0 tanpa kebobolan (clean sheet) ini sangat penting untuk menebal rasa percaya diri tim di babak berikutnya," kata Fae.
Fae membeberkan rahasia utama dari ketangguhan timnya terletak pada keharmonisan ruang ganti.
Skuad Pantai Gading saat ini mayoritas dihuni oleh para pemain muda yang baru pertama kali mencicipi atmosfer Piala Dunia.
"Mereka tidak hanya berbakat, tetapi juga sangat kompak. Bahkan pemain yang memperebutkan posisi yang sama di dalam tim tetap saling mendukung. Kompetisi internal yang sehat seperti ini yang justru membuat seluruh performa pemain meningkat," tambahnya.
Respons Positif Usai Ditumbangkan Jerman
Ketajaman lini depan Pantai Gading di laga ini juga menjadi bukti nyata keberhasilan mereka belajar dari kesalahan.
Pada pertandingan sebelumnya, mereka sempat dipaksa menyerah oleh Jerman akibat penyelesaian akhir yang buruk.
"Saat melawan Jerman, kami menciptakan banyak peluang emas tapi gagal mencetak satu gol pun. Kami langsung fokus membenahi hal itu di sesi latihan, dan hari ini terbukti kami bisa tampil jauh lebih klinis di depan gawang," ungkap Pepe yang kini menginjak usia 31 tahun.
Siap Tantang Raksasa Eropa di Babak 32 Besar
Langkah Pantai Gading selanjutnya dipastikan tidak akan mudah. Di babak 32 besar nanti, mereka sudah ditunggu oleh salah satu dari dua kekuatan besar Eropa, yakni antara Prancis atau Norwegia.
Kendati tantangan berat sudah di depan mata, baik Pepe maupun Emerse Fae kompak memilih untuk tidak ambil pusing terkait siapa calon lawan mereka nantinya.
"Kalau target Anda adalah mencapai puncak tertinggi, maka aturan utamanya adalah Anda harus siap bertarung melawan siapa pun," tegas Pepe.
Senada dengan anak asuhnya, Fae juga menegaskan timnya tidak akan membuang energi untuk sekadar memilih-milih lawan yang dianggap lebih mudah.
"Yang paling krusial sekarang adalah mematangkan persiapan, menjaga kepercayaan diri, dan turun ke lapangan dengan mentalitas untuk menang, siapa pun musuh di depan kami nanti," tandas Fae.
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







