Tumbang oleh Turki, AS Tetap Lolos dan Hadapi Bosnia di Babak 32 Besar Piala Dunia

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 26 Juni 2026 | 11:39 WIB
Timnas AS saat menghadapi Turki di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Timnas AS saat menghadapi Turki di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Tim nasional Amerika Serikat (AS) harus menerima pil pahit setelah ditumbangkan Turki dengan skor tipis 2-3 pada laga pemungkas Grup D di Los Angeles, Jumat (26/6/2026).

Kendati kalah secara dramatis lewat gol di menit ke-98, posisi skuad asuhan Mauricio Pochettino tetap tak tergoyahkan. AS resmi melenggang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup D.

Bagi Turki, kemenangan ini menjadi pelipur lara untuk menutup perjalanan mereka yang mengecewakan setelah dipastikan tersingkir lebih awal dari turnamen.

AS Jumpa Bosnia dan Herzegovina di Babak 32 Besar

Usai merampungkan laga fase grup, teka-teki mengenai siapa lawan Stars and Stripes di fase gugur akhirnya terjawab. AS dipastikan akan menantang Bosnia dan Herzegovina pada laga babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion San Francisco Bay Area pada Rabu, 1 Juli 2026.

Kepastian bertemunya kedua tim ini menyusul hasil matchday terakhir di Grup F, di mana laga Swedia kontra Jepang berakhir imbang dengan skor 1-1.

Hasil tersebut mengunci posisi anak asuh Sergej Barbarez sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang akan menguji ketangguhan skuad Mauricio Pochettino yang tengah dalam performa menanjak.

Bagi Bosnia dan Herzegovina, melangkah ke babak gugur merupakan pencapaian bersejarah yang pertama kalinya bagi mereka. Tiket lolos diraih berkat kemenangan krusial 3-1 atas Qatar pada 24 Juni lalu, setelah sebelumnya mereka sempat menahan imbang Kanada di laga pembuka dan digilas Swiss dengan skor 1-4.

Sebaliknya bagi kubu tuan rumah, AS sebenarnya sudah menyegel tiket 32 besar lebih awal dengan menyisakan satu pertandingan berkat dua kemenangan beruntun atas Paraguay dan Australia, sebelum akhirnya menutup Grup D melawan Turki.

Eksperimen Sembilan Pemain Cadangan Pochettino

Kembali ke jalannya pertandingan melawan Turki, status juara grup yang sudah aman membuat Pochettino memanfaatkan laga ini untuk bereksperimen. Ia melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti sembilan pemain utama dari susunan starter yang sebelumnya sukses mengandaskan Australia.

Langkah ini awalnya berjalan sangat mulus. Laga baru berjalan tiga menit, dua pemain pelapis AS langsung membuktikan taringnya. Memanfaatkan umpan sepak pojok dari Sebastian Berhalter, Auston Trusty melepaskan sepakan kaki kiri keras dari tiang jauh yang tak mampu dibendung kiper Turki. AS memimpin cepat 1-0.

Perlawanan Sengit Turki dan Rekor Arda Guler

Meskipun sempat terkejut dengan gol kilat tersebut, Turki yang bermain tanpa beban langsung bangkit. Hanya berselang tujuh menit, wonderkid Real Madrid, Arda Guler, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah melakukan kerja sama satu-dua yang apik dengan Baris Yilmaz. Gol ini sekaligus menobatkan Guler sebagai pencetak gol termuda Turki di panggung Piala Dunia.

Lini pertahanan eksperimental AS kembali menunjukkan celah pada menit ke-31. Berawal dari umpan Eren Elmali, Baris Yilmaz sukses menceploskan bola ke gawang AS dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 yang bertahan hingga jeda babak pertama.

Balasan Berhalter dan Drama Gol Menit Akhir

Memasuki paruh kedua, AS langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, pada menit ke-49, Sebastian Berhalter yang sebelumnya mencetak assist kini mencatatkan namanya sendiri di papan skor lewat tendangan roket dari luar kotak penalti. Skor kembali sama kuat 2-2.

Demi mengincar kemenangan sempurna, Pochettino mulai memasukkan para pemain pilarnya di pertengahan babak kedua, termasuk sang bintang utama Christian Pulisic. Masuknya Pulisic membuat daya serang AS kian agresif.

Namun, petaka justru menghampiri AS di penghujung laga. Tepat pada menit ke-98 masa injury time, Kaan Ayhan berhasil menyambar peluang terakhir untuk mengunci kemenangan Turki menjadi 3-2.

AS Cetak Rekor Gol Tersubur Sepanjang Sejarah

Walaupun gagal memetik poin penuh di laga penutup, kampanye fase grup ini menorehkan tinta emas bagi sejarah sepak bola AS.

Dengan total mengemas delapan gol di sepanjang putaran final 2026, ini menjadi edisi Piala Dunia paling subur bagi timnas AS. Catatan ini resmi melampaui rekor tujuh gol yang pernah mereka raih pada edisi 1930 dan 2002 silam. Kini, sang juara Grup D bersiap mematangkan taktik demi menghadapi kejutan dari Bosnia dan Herzegovina.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: