PM Pakistan Tegaskan Militer Siap Hancurkan Setiap Ancaman
BeritaNasional.com - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan kesiapan penuh angkatan bersenjata negaranya dalam menghadapi segala bentuk ancaman.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Perdana Menteri Pakistan pada Jumat pagi waktu setempat, Sharif menyatakan militer Pakistan memiliki kemampuan untuk menghancurkan setiap ambisi agresif yang mengancam kedaulatan negara.
“Rakyat dan angkatan bersenjata Pakistan selalu siap menjaga keamanan, kedaulatan, dan integritas teritorial negara,” ujar Sharif.
Ia menambahkan bahwa militer Pakistan dibekali keahlian profesional, pelatihan tingkat lanjut, serta strategi pertahanan yang efektif untuk menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar negeri.
Sharif juga menekankan bahwa Pakistan pada dasarnya mengedepankan perdamaian. Namun, ia memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi gangguan apa pun terhadap integritas wilayahnya. Menurutnya, seluruh elemen bangsa berdiri solid mendukung angkatan bersenjata dalam menjaga stabilitas nasional.
Sementara itu, sumber keamanan yang dikutip Xinhua menyebut Pakistan telah melancarkan serangan udara terhadap fasilitas milik Taliban Afghanistan di sejumlah wilayah. Dalam operasi tersebut, sejumlah target utama dilaporkan hancur, termasuk satu depot amunisi besar, tiga batalion Afghanistan, serta satu markas sektor.
Serangan udara itu disebut sebagai bagian dari Operasi Ghazab Lil Haq (Amarah Keadilan), yang diklaim diluncurkan setelah Taliban Afghanistan memulai serangan terhadap pos-pos Pakistan. Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban dari pihak yang diserang.
Di pihak lain, Juru Bicara Pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, melalui akun X miliknya menyatakan militer Pakistan menyerang sejumlah wilayah di Kabul, Kandahar bagian selatan, serta Provinsi Paktia di timur Afghanistan. Ia juga melaporkan bahwa setelah serangan tersebut, dilakukan operasi balasan besar-besaran terhadap posisi militer Pakistan di Kandahar dan Helmand.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







