Ancaman Degradasi Tottenham Hotspur Makin Nyata, 10 Laga Tanpa Menang

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 14:08 WIB
Pemain kunci Tottenham Hotspurs, James Maddison. (Foto/Instagram)
Pemain kunci Tottenham Hotspurs, James Maddison. (Foto/Instagram)

BeritaNasional.com - Kekalahan dari Fulham akhir pekan lalu membuat Tottenham Hotspur menyamai rekor terburuk mereka di era Premier League tanpa kemenangan.

Hasil di Craven Cottage itu memperpanjang puasa tiga poin Spurs menjadi 10 laga beruntun, sebuah catatan yang terakhir kali terjadi pada periode Januari hingga Maret 1994 saat masih ditangani Ossie Ardiles.

Dalam laga derbi London tersebut, Tottenham sebenarnya datang dengan harapan menjauh dari zona degradasi, terlebih setelah West Ham United kalah dari Liverpool sehari sebelumnya.

Namun tim asuhan Igor Tudor justru tumbang 1-2. Gol Harry Wilson dan Alex Iwobi di babak pertama cukup untuk mengunci kemenangan tuan rumah, sementara Spurs kembali gagal menjaga konsistensi permainan.

Dari 10 pertandingan liga terakhir, enam di antaranya berakhir dengan kekalahan. Situasi ini membuat posisi Tottenham terjerembab ke peringkat ke-16 dengan 29 poin.

Mereka hanya terpaut tipis dari Nottingham Forest di bawahnya serta belum benar-benar aman dari ancaman degradasi.

Harapan terdekat ada pada duel melawan Forest pada 22 Maret mendatang. Namun sebelum itu, Spurs masih harus melewati laga sulit kontra Crystal Palace dan Liverpool. Jika kembali terpeleset, bukan tidak mungkin mereka masuk ke zona merah sebelum menghadapi pesaing langsung.

Tantangan tak berhenti di situ. Empat pertandingan terakhir musim ini mempertemukan Tottenham dengan Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton.

Villa dan Chelsea tengah bersaing di papan atas demi tiket Liga Champions, sementara Leeds dan Everton dikenal sulit ditaklukkan dalam situasi genting. Potensi kehilangan poin masih sangat terbuka.

Kondisi makin rumit karena badai cedera belum mereda. Saat melawan Fulham, Spurs tidak bisa memainkan 10 pemain akibat cedera dan skorsing.

Beberapa nama penting seperti Cristian Romero, Destiny Udogie, James Maddison, Dejan Kulusevski, Lucas Bergvall, dan Mohammed Kudus absen. Dengan komposisi timpang seperti itu, stabilitas tim jelas terganggu.

Meski begitu, alasan cedera tak sepenuhnya bisa dijadikan pembenaran. Klub sebesar Tottenham semestinya tidak berada sedekat ini dengan zona degradasi.

Sejumlah pemain kunci baru diperkirakan pulih pada April. Jika hingga pekan-pekan terakhir Spurs masih terjebak di tiga terbawah, tekanan mental akan semakin berat.

Berbeda dengan Forest dan West Ham yang relatif terbiasa berjuang menghindari degradasi, Tottenham sudah lama tak merasakan pertarungan sengit di papan bawah.

Minimnya pengalaman dalam situasi krisis bisa menjadi faktor yang menentukan apakah mereka mampu bangkit atau justru terseret lebih dalam.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: