Jelang Puncak Mudik, 990 Ribu Kendaraan Sudah Meninggalkan Jabotabek
BeritaNasional.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 990.506 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-5 libur Hari Raya Idul Fitri1447 H/Lebaran 2026, yakni pada Rabu-Senin, 11-16 Maret 2026.
Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yaitu GT Cikampek Utama arah Trans Jawa, GT Kalihurip Utama arah Bandung, GT Cikupa arah Merak, dan GT Ciawi arah Puncak. Jumlah tersebut meningkat 13,6 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 871.629 kendaraan.
Berdasarkan data Jasa Marga, distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek didominasi kendaraan menuju arah timur, yakni 479.899 kendaraan atau 48,5 persen menuju Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, sebanyak 303.113 kendaraan atau 30,6 persen mengarah ke barat menuju Merak, dan 207.494 kendaraan atau 20,9 persen menuju selatan arah Puncak.
Untuk arah timur, arus kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mencapai 290.799 kendaraan, meningkat 69 persen dari kondisi normal. Sedangkan kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang tercatat 189.100 kendaraan, atau turun 2 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Secara total, kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung melalui dua gerbang tol tersebut mencapai 479.899 kendaraan, meningkat 31,5 persen dari lalu lintas normal. Adapun ke arah barat, kendaraan yang menuju Merak melalui GT Cikupa di Jalan Tol Tangerang-Merak mencapai 303.113 kendaraan, naik 4,5 persen. Sementara ke arah selatan melalui GT Ciawi di Jalan Tol Jagorawi menuju Puncak tercatat 207.494 kendaraan, atau lebih rendah 4,2 persen dari kondisi normal.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengatakan, pada H-5 Lebaran 2026 atau Senin, 16 Maret 2026, volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 178.164 kendaraan. Jumlah itu meningkat 36,4 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 130.641 kendaraan.
“Pergerakan masyarakat yang meninggalkan wilayah Jabotabek terus mengalami peningkatan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri. Jasa Marga memproyeksikan volume lalu lintas di empat gerbang tol (GT) utama saat puncak arus yang diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, mencapai sebanyak 259 ribu kendaraan atau meningkat 90,5% dibandingkan lalu lintas normal," katanya dalam keterangannya, Selasa (17/32026).
Dikatakan Rivan, peningkatan ini dipengaruhi oleh adanya cuti bersama dan libur Hari Suci Nyepi (18-19 Maret) dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri1447H/ 2026 (20 Maret).
"Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan cermat, menghindari waktu dan titik rawan kepadatan, serta memanfaatkan informasi lalu lintas terkini yang tersedia secara real time, termasuk melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM,” ujar Rivan.
Menghadapi arus mudik Lebaran 2026, Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan tol memanfaatkan rest area fungsional yang telah disiapkan untuk membantu mendistribusikan arus kendaraan dan menghindari kepadatan di titik tertentu. Selain 64 rest area yang sudah beroperasi di sepanjang ruas tol, Jasa Marga juga menyiapkan dukungan tambahan berupa 10 SPBU dan rest area alternatif di luar jalan tol yang lokasinya dekat dengan gerbang tol.
“Jasa Marga juga mengingatkan pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area di luar jalan tol yang tersebar di sepanjang ruas Trans Jawa. Terdapat 10 rest area fungsional yang tersedia mulai dari ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 72 hingga ruas Tol Ungaran–Bawen KM 444. Rest area tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat, dan saat kembali masuk ke jalan tol tidak akan dikenakan biaya tambahan,” jelas Rivan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







