Ericsson Hadirkan AI-Ready RAN untuk Percepat 5G di Indonesia
BeritaNasional.com - Ericsson memperkenalkan portofolio terbaru yang mencakup radio AI-ready, antena canggih, dan perangkat lunak Radio Access Network (RAN) berbasis AI.
Solusi ini dirancang untuk membantu operator, termasuk di Indonesia, membangun jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan.
Seiring pertumbuhan aplikasi berbasis AI secara global, jaringan seluler dituntut untuk menghadirkan performa lebih tinggi mulai dari kapasitas uplink yang lebih kuat, latensi rendah, hingga efisiensi energi yang lebih baik.
Portofolio baru Ericsson memungkinkan ekspansi 5G yang lebih terukur dan hemat biaya, sekaligus menjawab kebutuhan operator yang semakin kompleks.
Mendukung Ambisi 5G Indonesia
Dengan target cakupan 5G sekitar 32% pada 2030, pemerintah dan operator masih fokus pada peningkatan infrastruktur, efisiensi spektrum, dan keberlanjutan jaringan.
Solusi tepercaya yang mampu mengoptimalkan spektrum, meningkatkan performa, dan menekan biaya menjadi kunci percepatan adopsi 5G nasional.
“Seiring dengan percepatan ekspansi 5G di Indonesia, jaringan yang cepat bukan satu-satunya prioritas – tetapi juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Di Ericsson, kami melihat AI-ready RAN sebagai fondasi dari perjalanan ini. Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga dapat membantu operator di Indonesia mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka panjang,” ucap Nora Wahby, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, dikutip dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Portofolio baru mencakup sepuluh perangkat radio AI-ready, lima antena berkinerja tinggi, dan peningkatan software RAN. Kombinasi ini memungkinkan operator mengelola lalu lintas jaringan secara dinamis, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempersiapkan infrastruktur untuk inovasi 5G berikutnya.
Fitur berbasis AI, seperti beamforming cerdas, prediksi jangkauan jaringan, dan pengelolaan mobilitas real-time, membantu alokasi kapasitas jaringan berdasarkan pola penggunaan data.
Hasilnya, operator bisa memaksimalkan investasi infrastruktur sekaligus membangun fondasi kuat bagi pertumbuhan 5G yang berkelanjutan.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






