5G Jadi Kunci Percepatan Adopsi AI di Indonesia

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 April 2026 | 00:10 WIB
Pelanggan Telkomsel di Makassar kini dapat menikmati koneksi Hyper 5G yang stabil dan berkecepatan tinggi di berbagai penjuru kota. (Foto/doc. Tsel)
Pelanggan Telkomsel di Makassar kini dapat menikmati koneksi Hyper 5G yang stabil dan berkecepatan tinggi di berbagai penjuru kota. (Foto/doc. Tsel)

BeritaNasional.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia semakin pesat, dan teknologi 5G diprediksi menjadi fondasi utama untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Laporan terbaru dari Ericsson ConsumerLab 2026 menunjukkan, meningkatnya penggunaan AI turut mengubah pola konsumsi data seluler. Pengguna kini tidak lagi sekadar menikmati konten, tetapi juga aktif menciptakan dan berinteraksi secara real-time, yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan uplink.

Kecepatan respons jaringan pun menjadi faktor penting dalam menentukan pengalaman pengguna terhadap layanan berbasis AI.

Perangkat AI Makin Beragam

Ke depan, pemanfaatan AI tidak hanya terbatas pada smartphone atau laptop. Seiring integrasi antara AI, cloud, dan jaringan mobile, berbagai perangkat akan terus terhubung untuk mendukung pembelajaran dan personalisasi secara langsung.

Pada 2030, jumlah pengguna yang mengakses AI di luar perangkat utama diperkirakan meningkat dua kali lipat. Perangkat seperti smartwatch, kacamata pintar, hingga sistem kendaraan pintar akan semakin umum digunakan.

Ronni Nurmal, Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, menilai kebutuhan ini menuntut kualitas jaringan yang stabil di berbagai kondisi.

“Peralihan ke penggunaan AI di banyak perangkat membutuhkan performa jaringan yang konsisten. Teknologi 5G dan arsitektur jaringan yang siap masa depan menjadi kunci untuk mendukung lonjakan data dan kebutuhan uplink,” ujar Ronni, dikutip dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026). 

Secara global, pertumbuhan 5G menunjukkan tren yang kuat. Jumlah pengguna diperkirakan mencapai 2,9 miliar pada 2025 dan meningkat hingga 6,4 miliar pada 2031.

Lebih dari separuh lalu lintas data seluler juga diprediksi akan ditopang oleh jaringan 5G dalam beberapa tahun ke depan.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan cakupan 5G mencapai 32 persen pada 2030.

Sementara itu, konsumsi data global terus meningkat. Pada 2025, rata-rata penggunaan mencapai 21 GB per smartphone per bulan, dan diperkirakan terus naik seiring maraknya layanan video serta aplikasi berbasis AI.

Performa jaringan kini tidak lagi hanya soal kecepatan unduh. Kualitas uplink dan pengalaman penggunaan aplikasi seperti video call menjadi faktor utama kepuasan pengguna.

Di Indonesia, penggunaan AI diproyeksikan terus meningkat. Saat ini, sekitar satu dari lima orang sudah menggunakan AI setiap hari, dan angka tersebut diperkirakan mencapai 41 persen pada 2030.

Tak hanya itu, penggunaan AI juga semakin fleksibel. Dalam lima tahun ke depan, satu dari tiga pengguna diperkirakan akan mengakses AI dari berbagai perangkat sekaligus. Bahkan, hampir setengah penggunaan AI akan terjadi di luar rumah, menegaskan pentingnya konektivitas yang stabil di mana saja.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: