Tikung Arsenal, Manchester United Buka Negosiasi Resmi dengan Manu Kone

Oleh: Tarmizi Hamdi
Rabu, 22 Juli 2026 | 03:30 WIB
Penggawa AS Roma Manu Kone. (Foto/Instagram)
Penggawa AS Roma Manu Kone. (Foto/Instagram)

BeritaNasional.com - Perburuan tanda tangan gelandang internasional Prancis, Manu Kone, memasuki babak baru. 

Manchester United dilaporkan telah memulai pembicaraan formal dengan AS Roma untuk memboyong bintang muda tersebut ke Old Trafford musim panas ini. 

Langkah tersebut sekaligus membuat tim berjuluk Setan Merah ini sukses mengungguli rivalnya di Premier League, yaitu Arsenal.

Dilansir dari L'Equipe pada Selasa (21/7/2026), harga pasar gelandang berusia 25 tahun itu kini melonjak tajam dari 50 juta Euro menjadi setidaknya 60 juta Euro. 

Kenaikan nilai transfer ini tidak lepas dari performa impresifnya sepanjang pergelaran Piala Dunia 2026.

Kone tampil begitu memukau hingga mampu menggeser nama besar sekelas Aurélien Tchouaméni ke bangku cadangan tim ayam jantan. 

Bahkan, ketidakhadirannya di skuad Prancis saat disingkirkan Spanyol di babak semifinal dinilai menjadi salah satu kerugian terbesar bagi Les Bleus.

Meski berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, klub ibu kota Italia tersebut dikabarkan masih perlu menjual pemain bintang demi menyeimbangkan neraca keuangan. 

Kone menjadi aset paling berharga yang dinilai mampu mendatangkan dana segar dalam jumlah besar.

Negosiasi ini menandai kemajuan signifikan bagi Manchester United. Pasalnya, beberapa hari lalu media-media Italia melaporkan bahwa kubu Setan Merah baru sebatas menjalin kontak dengan agen sang pemain, bukan langsung ke pihak jajaran direksi Giallorossi.

Selain United dan Arsenal, dua klub Premier League lain sempat menyatakan ketertarikan. Salah satu dari klub tersebut diyakini adalah Liverpool. 

Kendati demikian, raksasa Old Trafford saat ini berada di posisi terdepan untuk mengamankan servis sang gelandang.

Batalnya transfer Ederson dari Atalanta ke Manchester United baru-baru ini juga memicu spekulasi baru di Italia. 

Media-media lokal berasumsi bahwa pembatalan kesepakatan senilai 45 juta Euro tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan tes medis seperti yang dirumorkan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: