Mensesneg Jelaskan Posisi Duduk Prabowo-Gibran saat Sidang Kabinet, Hanya Kebutuhan Teknis

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 | 05:00 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengaturan posisi duduk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026 dilakukan semata-mata karena kebutuhan teknis.

Penjelasan tersebut disampaikan Prasetyo merespons berbagai spekulasi yang muncul terkait posisi duduk Presiden dan Wakil Presiden dalam sidang kabinet yang digelar di Istana Negara.

Prasetyo mengatakan Sidang Kabinet Paripurna tersebut merupakan agenda rutin pertengahan tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah pada semester pertama sekaligus memberikan arahan percepatan program prioritas pada semester kedua.

"Yang perlu juga kami informasikan bahwa sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026. Jadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Jadi ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden," kata Pras, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, Presiden Prabowo dalam sidang tersebut menyampaikan evaluasi berbagai program prioritas serta memaparkan capaian pemerintahan selama sekitar 20 hingga 21 bulan. Banyaknya materi dan data yang dipaparkan membuat Presiden menggunakan teleprompter sebagai alat bantu penyampaian.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," ujarnya.

Prasetyo menjelaskan penggunaan teleprompter tersebut memengaruhi tata letak ruang sidang, sehingga Presiden berada di posisi tengah dan Wakil Presiden tidak duduk berdampingan seperti biasanya.

"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," tegasnya.

Ia meminta publik lebih menyoroti substansi Sidang Kabinet Paripurna, yakni evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih dan arahan Presiden untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

"Sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai, dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya," jelas Pras.

Menanggapi anggapan bahwa perubahan posisi duduk mencerminkan hubungan Presiden dan Wakil Presiden yang tidak setara, Prasetyo membantah hal tersebut.

"Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: