Terungkap, Ini yang Dibahas Prabowo dan Luhut dalam Pertemuan Tiga Jam

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 15 Juli 2026 | 15:11 WIB
DEN rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang Jawa Barat. (BeritaNasional/Setpres)
DEN rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang Jawa Barat. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan dan anggota DEN di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Prasetyo mengatakan pertemuan tersebut merupakan agenda yang rutin digelar. Luhut kerap meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kan memang secara rutin Bapak Presiden mendapatkan laporan dari berbagai pihak, yang secara rutin salah satunya adalah dari Dewan Ekonomi Nasional. Jadi memang secara rutin beliau, Pak Luhut, sering minta waktu untuk menyampaikan hasil kajian-kajian dari Dewan Ekonomi Nasional," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pertemuan Prabowo dan Luhut berlangsung selama tiga jam. Luhut bersama anggota DEN memaparkan kondisi ekonomi nasional.

Salah satu yang dibahas adalah dinamika di Timur Tengah yang kembali menghangat. DEN mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi sejumlah potensi dampaknya.

"Terutama untuk, satu, menjaga masalah fiskal kita manakala menghangatnya dinamika itu misalnya akan berpengaruh kembali terhadap harga minyak. Meskipun dapat kami sampaikan bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, sekali lagi berkenaan dengan suplai minyak kita aman, meskipun dinamika di Timur Tengah maupun di Selat Hormuz itu kembali menghangat," kata Prasetyo.

Prabowo juga meminta Luhut dan DEN mempercepat proses pemulihan nilai tukar rupiah. Salah satu langkah antisipasinya adalah menjaga stabilitas makro.

"Salah satu antisipasinya adalah menjaga makro, ini macam-macam teknisnya menjaga mikronya juga macam-macam. Salah satunya adalah ekonomi riil harus didorong, yang itu menjadi program pemerintah. Misalnya mengenai pembangunan kampung nelayan, [perlu cek kembali sumber karena pada naskah tertulis 'sana nelayan', yang diduga merupakan typo], itu diminta untuk dipercepat karena itu bagian juga dari menjaga ekonomi kita terus bergerak," jelas Prasetyo.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: