Batal Dibubarkan, Kinerja Direktorat Bea Cukai Disebut Membaik
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto disebut akan tetap mempertahankan Bea Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dinilai presiden bisa diperbaiki. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang juga melihat kinerja yang membaik secara signifikan terhadap institusi tersebut.
Dengan demikian wacana penggantian fungsi DJBC oleh Société Générale de Surveillance (SGS) tidak dilanjutkan. Presiden ucap Purbaya, sudah melihat perbaikan itu.
"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita. Jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan,” ujarnya, dikutip Rabu (22/7/2026).
Lebih lanjut Purbaya menyampaikan melalui perombakan organisasi serta penempatan sejumlah pejabat baru di posisi strategis, perbaikan Bea dan Cukai dilakukan.
“Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik. Dan mereka tahu kalau mereka enggak baik, mereka akan dibubarkan, itu yang penting tadi,” cetusnya.
Hingga Juni 2026 penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat senilai Rp152 triliun, tumbuh 3,4% secara tahunan (yoy).
Perbaikan kinerja juga tercermin dari berkurangnya peredaran barang selundupan, termasuk pakaian bekas impor termasuk meningkatnya penindakan terhadap rokok ilegal.
Pria yang dulunya Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini bercerita, sebelumnya hanya barang ilegal yang disita sementara kendaraan dan pengemudi pengangkut barang ilegal dilepas. Kini ketegasan diterapkan yakni kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal juga ditahan hingga proses pemeriksaan dinyatakan selesai.
Selain itu, Bea Cukai juga mulai menerapkan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam pengawasan di pelabuhan guna meningkatkan efektivitas pengawasan. (Antara)
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 23 jam yang lalu






