Dampak Perang, Harga Obat di Iran Naik Drastis dan Pasien Membludak

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 04 Mei 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi harga obat di Iran naik. (Foto/Ilustrasi/Gemini AI)
Ilustrasi harga obat di Iran naik. (Foto/Ilustrasi/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Harga obat-obatan di Iran dilaporkan melonjak tajam menyusul dampak perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kenaikan ini dipicu terganggunya rantai pasokan serta meningkatnya tekanan terhadap sektor kesehatan di negara tersebut.

Kepala misi Doctors Without Borders (MSF) di Iran, Grigor Simonyan, mengatakan sistem layanan kesehatan sebelumnya masih mampu memenuhi kebutuhan, termasuk dengan dukungan perlengkapan medis produksi lokal. Namun, kondisi tersebut berubah sejak konflik terjadi.

“Sistem layanan kesehatan sudah cukup memadai dalam memenuhi kebutuhan, bahkan dengan (perlengkapan medis) yang diproduksi secara lokal. Tetapi gangguan akibat perang melampaui itu,” katanya dilansir dari Al-Jazeera, Senin (4/5/2026).

“Rantai pasokan secara umum terpengaruh. Itu memberikan tekanan yang lebih berat. Tentu saja, biaya obat-obatan juga meningkat. Dan kami telah menyadarinya," imbuh dia.

MSF juga mencatat lonjakan jumlah pasien dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah gencatan senjata diumumkan. Kondisi ini dipicu ketidakpastian yang dirasakan masyarakat terhadap situasi ke depan.

“Pasien merasa sangat tidak yakin tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami mengalami peningkatan besar dalam jumlah konsultasi selama periode ini. [Ketidakpastian] ini tentu saja juga membuat pasien cemas,” ujar Simonyan.

Sementara itu, pejabat Iran menyebut harga sejumlah obat telah meningkat drastis, bahkan ada yang berlipat ganda hingga mencapai kenaikan 1.000 persen akibat kelangkaan bahan baku dan material penting.

Kelangkaan tersebut disebut berkaitan dengan sanksi yang telah diberlakukan Amerika Serikat selama beberapa dekade, serta serangan yang menargetkan sektor kesehatan, termasuk perusahaan farmasi terbesar di Iran. Tekanan ini semakin diperburuk oleh pembatasan terhadap akses pelabuhan-pelabuhan Iran.

Secara umum, pejabat menyatakan bahwa harga seluruh obat mengalami perubahan hingga sekitar 20 persen di tengah krisis yang berlangsung.

Sumber: Al-Jazeerasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: