WHO Duga Penderita Hantavirus di Kapal Sudah Terinfeksi Sebelum Berlayar
BeritaNasional.com - Para penderita hantavirus di kapal Hundius di Samudra Atlantik kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar tersebut, dan penularan antarmanusia di atas kapal tidak dapat dikesampingkan. Hal ini diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menurut WHO, tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Situasinya masih terus berubah.
WHO menerima laporan wabah hantavirus di kapal Hundius pada 2 Mei. Tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.
"Situasinya masih terus berubah," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove.
"Satu pasien berada di unit perawatan intensif di Afrika Selatan. Kondisi pasien tersebut membaik," ujarnya.
Ia mengatakan, dua pasien lainnya, yang masih berada di kapal, sedang dipersiapkan untuk evakuasi medis ke Belanda guna mendapatkan perawatan.
Maria Van Kerkhove menekankan, situasi ini terus dipantau secara ketat. Sebagai langkah pencegahan, para penumpang diminta untuk tetap berada di kabin mereka. Sedangkan proses disinfeksi dan langkah-langkah kesehatan masyarakat lainnya dilakukan.
"Rencananya, dan prioritas utama kami adalah mengevakuasi secara medis kedua individu tersebut untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan, dan tidak ada pasien lain yang menunjukkan gejala di atas kapal," kata Maria Van Kerkhove.
Kapal tersebut dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol, dan WHO bekerja sama dengan otoritas Spanyol untuk melakukan penyelidikan epidemiologis secara menyeluruh serta disinfeksi penuh terhadap kapal itu.
Menurut WHO, tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu




