Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Eks Gubernur BI dan Mantan Menteri

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | 18:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto/doc.Sekretariat Presiden)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto/doc.Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026), untuk membahas pengalaman mereka menghadapi krisis ekonomi pada 2008.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan mantan menteri dan mantan Gubernur Bank Indonesia, yakni Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, dan Lukita Dinarsyah Tuwo.

“Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia. Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, para tokoh tersebut membagikan pengalaman menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk lonjakan harga minyak, inflasi, dan perubahan nilai tukar.

“Di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar AS per barel,” jelasnya.

Airlangga menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibanding sejumlah periode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi disebut lebih kuat dengan tekanan depresiasi rupiah yang lebih rendah.

“Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” ujar Airlangga.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga meminta jajaran terkait terus memonitor regulasi yang dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan dan menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

“Bapak Presiden meminta kami, Menteri Keuangan, untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita,” ucap Airlangga.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: