Jelang Piala Dunia 2026, Meta Lindungi Penggemar dan Pemain dari Penipuan

Oleh: Kiswondari
Senin, 01 Juni 2026 | 07:02 WIB
Meta lindungi penggemar dan pemain jelang Piala Dunia FIFA 2026. (BeritaNasional/Meta)
Meta lindungi penggemar dan pemain jelang Piala Dunia FIFA 2026. (BeritaNasional/Meta)

BeritaNasional.com - Jelang perhelatan akbar Piala Dunia FIFA 2026, Meta turut mengambil sejumlah langkah komprehensif untuk memerangi penipuan, mengurangi penyalahgunaan dan melindungi para penggemar dan pemain sepak bola selama turnamen tersebut.

Meta melihat bahwa para penggemar pasti akan banyak menggunakan aplikasi Meta untuk selalu terhubung dengan berbagai hal seputar Piala Dunia 2026. Meskipun sebagian besar akan mendukung tim dan pemain favorit mereka, sayangnya mungkin ada oknum jahat yang akan mencoba memikat orang ke dalam penipuan, melecehkan dan menyalahgunakan orang lain, baik secara offline maupun online.

"Sebelum kompetisi dimulai, kami membagikan detail lebih lanjut tentang langkah-langkah yang kami ambil untuk memerangi penipuan dan menjaga keamanan penggemar dan pemain," tulis Meta yang dilansir dari Meta Newsroom, Senin (1/6/2026). 

Meta terus berkembang untuk mengimbangi para penipu yang juga terus mengembangkan taktik mereka. Itulah mengapa Meta baru-baru ini mengumumkan investasi baru dalam AI canggih, alat bantu masyarakat untuk mengenali dan menghindari penipuan, serta kemitraan dengan penegak hukum dan kolega industri untuk mengambil tindakan dan meminta pertanggungjawaban para penipu.

Piala Dunia 2026 sebagai acara olahraga akbar pun dapat menyebabkan peningkatan penipuan, seperti penipuan tiket, tawaran palsu untuk pemrosesan imigrasi, dan akomodasi yang menyesatkan bagi mereka yang ingin bepergian untuk menonton pertandingan langsung.

"Kami memiliki tim khusus yang memantau dan menindak akun-akun yang mencoba menargetkan orang-orang dengan penipuan ini dan melanggar kebijakan kami," tulis Meta.

Meta tahu persis bahwa penipu tidak hanya menargetkan satu platform saja, karenanya Meta bekerja sama dengan lintas industri untuk mengganggu jaringan penipuan melalui Global Signal Exchange (GSE) dan Meta’s Fraud Intelligence Reciprocal Exchange (FIRE). Meta pun berkolaborasi dengan Visa melalui GSE, untuk secara proaktif mengganggu penipuan lintas saluran.

Dengan menyediakan informasi intelijen tentang aksi penipuan yang tepat waktu dan dapat ditindaklanjuti, tim Visa’s Scam Disruption pun turut memfasilitasi. Meta juga akan terus mengambil tindakan dan bekerja sama dengan para mitra melalui program berbagi sinyal untuk mengantisipasi taktik penipuan yang terus berkembang menjelang, selama, dan bahkan setelah Piala Dunia FIFA .​ ​

Meta Edukasi Konsumen

Oleh karena itu, mulai minggu ini, Meta meluncurkan notifikasi pop-up Facebook yang akan mengingatkan konsumen selama turnamen untuk memastikan mereka mendapatkan tiket dari sumber yang terpercaya. Saat orang mencari istilah yang terkait dengan Piala Dunia FIFA di Facebook atau mengunjungi Grup terkait, Meta akan mengedukasi konsumen untuk membantu mereka belajar bagaimana caranya mengetahui dan menghindari penipuan, serta senantiasa aman.

Meta pun bekerja sama dengan Mitra seperti Canadian, Badan Perlindungan Konsumen Meksiko (PROFECO) untuk meluncurkan kampanye dalam peningkatan kesadaran pengguna akan penipuan umum yang berpotensi terjadi selama Piala Dunia, seperti penjualan tike palsu dan peniruan situs web resmi Piala Dunia FIFA.
 
Meta Perangi Pelecehan

Meta juga memiliki aturan yang jelas terhadap perundungan dan pelecehan, ancaman kekerasan, dan perilaku penuh kebencian terhadap pemain maupun penggemar. Tidak seorang pun boleh menjadi sasaran pelecehan semacam ini, dan Meta akan menghapus konten tersebut ketika menemukannya, termasuk saat Piala Dunia. 

Dalam hal ini, Meta menggunakan laporan dari komunitas dan teknologi AI untuk secara proaktif mendeteksi konten yang melanggar kebijakan Meta, serta secara teratur melaporkan progress mereka dalam menegakkan kebijakan ini. Pada Oktober hingga Desember 2025, Meta menghapus 2,6 juta konten penuh kebencian di Facebook dan Instagram, dan menemukan lebih dari 74 persen di antaranya sebelum ada laporan.

"Kami secara rutin berkomunikasi dengan para pemain, tim, dan asosiasi di seluruh dunia untuk memastikan mereka mengetahui kebijakan dan fitur keselamatan terbaru kami, dan kami terus mendengarkan dengan saksama masukan mereka," tulis Meta.

Selain mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar, Meta terus mengembangkan dan memperbarui fitur untuk membantu orang tetap aman di aplikasi Meta. Misalnya, di Facebook dan Instagram, Meta telah memperkenalkan fitur seperti Restrict dan tag and mention controls.

Pengguna pun bisa menonaktifkan permintaan DM di Instagram, yang artinya mereka tidak akan menerima pesan dari siapa pun yang tidak mereka inginkan. Namun, beberapa public figure telah memberi tahu Meta bahwa mereka ingin tetap mengaktifkan permintaan DM untuk mendapatkan kabar dari penggemar dan anggota komunitas mereka lainnya. Itulah mengapa Meta telah mengembangkan alat keamanan tambahan, antara lain:

Kata-Kata Tersembunyi: Fitur keamanan Instagram ini secara otomatis menyaring komentar atau permintaan DM yang berisi kata-kata, frasa, emoji, dan konten spam yang menyinggung dan tidak ingin dilihat. Untuk komentar, pengguna dapat memilih untuk menyembunyikan "beberapa" komentar pada postingan atau "lebih banyak" untuk tingkat perlindungan yang lebih tinggi. Pengguna juga dapat menyesuaikan daftar "hidden words" sendiri. Facebook akan meluncurkan pengaturan serupa untuk atlet dan tim turnamen Piala Dunia FIFA untuk menyembunyikan komentar dengan konten yang berpotensi menyinggung.

Batasi Interaksi: Jika mengaktifkan fitur ini, untuk sementara dapat membatasi komentar dan pesan pribadi dari grup tertentu, termasuk mereka yang tidak mengikuti atau baru saja mengikuti akun Anda. Ini sangat berguna bagi tokoh publik yang mengalami lonjakan komentar dan pesan pribadi secara tiba-tiba terkait acara publik, seperti penampilan mereka dalam pertandingan sepak bola.

Pemblokiran dan Pencegahan Penyalahgunaan yang Lebih Ketat: Dalam beberapa tahun terakhir, Meta telah mempersulit pelaku penyalahgunaan untuk menjangkau orang lain hanya dengan membuat profil baru. Meta juga telah meluncurkan fitur pengingat di Instagram yang mendorong orang untuk mempertimbangkan kembali sebelum memposting sesuatu yang mungkin menyakitkan .

"Kami akan terus mengembangkan alat untuk melindungi komunitas kami, dan bekerja sama erat dengan para pejabat untuk membantu menjaga keamanan aplikasi kami bagi para pemain dan penggemar," tulis Meta mengakhiri.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: