Apple Umumkan Pendapatan dari App Store Tembus USD1,4 Triliun pada 2025
BeritaNasional.com - Menjelang pergelaran akbar World Wide Web Developers Conference (WWDC) yang dimulai pekan depan, Apple merilis pendapatan App Store.
Raksasa teknologi asal AS ini mengumumkan App Store berhasil memfasilitasi total penagihan dan penjualan pengembang sebesar USD1,4 triliun sepanjang 2025.
Angka fantastis ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu di periode yang sama, yang mencatatkan angka USD1,3 triliun.
Dilansir dari TechCrunch pada Kamis (4/6/2026), Apple ingin menggambarkan betapa besarnya peluang finansial yang diciptakan App Store bagi para pengembang aplikasi seluler.
Menariknya, pendapatan ini tidak hanya bersumber dari pembelian digital di dalam aplikasi (in-app purchases), melainkan mencakup seluruh perputaran bisnis yang terjadi melalui aplikasi di platform tersebut.
90 Persen Transaksi Bebas Komisi Apple
Satu poin penting yang ditekankan oleh Apple dalam pengumuman ini adalah skema komisi. Apple mengungkapkan 90 persen dari total pendapatan USD1,4 triliun tersebut bersumber dari transaksi yang sama sekali tidak dikenakan potongan atau komisi oleh Apple.
Artinya, sebagian besar keuntungan masuk secara utuh ke kantong para pengembang. Berikut adalah perincian perputaran uang di App Store sepanjang 2025:
- Barang dan Jasa Fisik: Menyumbang porsi terbesar dengan nilai mencapai $1,1 triliun. Sektor ini meliputi bisnis ritel, pengiriman bahan makanan (grocery), layanan transportasi daring (ride-hailing), hingga pemesanan perjalanan.
- Iklan dalam Aplikasi (In-App Advertising): Mencatatkan pendapatan sebesar $151 miliar, mengalami kenaikan tipis dari tahun sebelumnya yang berada di angka $150 miar.
- Barang Digital: Penagihan dan penjualan barang digital mencapai $149 miliar (naik dari $131 miliar pada tahun lalu). Di sektor inilah Apple mengambil bagian keuntungan melalui komisi dengan tarif berkisar antara 15% hingga 30%, bergantung pada jenis transaksi dan skala bisnis pengembang.
Ledakan Aplikasi AI dan Sinyal Kejutan di WWDC
Selain membeberkan data finansial, Apple juga mencatat bahwa App Store kini memiliki basis pasar yang sangat luas dengan rata-rata 850 juta pengguna aktif mingguan yang tersebar di 175 negara dan wilayah.
Dari ratusan juta pengguna tersebut, tren teknologi Kecerdasan Buatan (AI) menjadi motor penggerak baru. Apple secara khusus menyoroti bahwa 40 dari 100 aplikasi teratas di App Store pada tahun 2025 merupakan aplikasi yang memiliki kemampuan AI berorientasi konsumen.
Aplikasi berbasis AI ini bahkan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan aplikasi kategori lain dalam jajaran top 100.
Banyak pihak menilai sorotan khusus ini merupakan langkah awal Apple untuk mempersiapkan panggung WWDC minggu depan.
Apple santer dirumorkan akan mengizinkan kehadiran agen AI di App Store, serta bersiap memperkenalkan pembaruan mandiri berbasis AI, termasuk peningkatan kemampuan asisten virtual Siri dan integrasi AI yang lebih mendalam pada sistem operasi mereka.
Laporan ini juga menunjukkan bagaimana App Store terus berekspansi di pasar-pasar utama dunia dalam enam tahun terakhir.
Amerika Serikat dan Eropa mencatatkan pertumbuhan paling masif dengan lonjakan pendapatan dan penjualan di App Store yang meningkat lebih dari tiga kali lipat.
China menunjukkan performa kuantitatif yang kuat di mana pendapatan dan penjualan yang difasilitasi App Store berhasil meningkat lebih dari dua kali lipat.
Sama seperti tren global, lonjakan tajam di wilayah-wilayah ini sebagian besar masih didorong oleh transaksi barang dan jasa fisik yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sumber: TechCrunch
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







