Hasil Piala Dunia 2026: Spanyol Ditahan Cape Verde, Belgia Imbang Lawan Mesir!

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:09 WIB
Pemain Mesir melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Belgia. (Foto/FIFA)
Pemain Mesir melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Belgia. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Spanyol gagal mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan imbang Cape Verde tanpa gol pada pertandingan Grup H yang berlangsung di Amerika Serikat, Senin (15/6) waktu setempat atau Selasa (16/6/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase awal turnamen. Berstatus sebagai salah satu unggulan juara, Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan, namun tidak mampu membobol gawang Cape Verde yang menjalani debutnya di putaran final Piala Dunia.

La Roja menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai sekitar 75 persen. Tim asuhan Luis de la Fuente juga menciptakan 27 tembakan, tetapi kokohnya pertahanan Cape Verde membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.

Penampilan gemilang kiper veteran Cape Verde, Vozinha, menjadi faktor utama di balik keberhasilan timnya mencuri satu poin. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang-peluang emas Spanyol.

Cape Verde sendiri tampil disiplin sepanjang pertandingan. Tim asal Afrika tersebut bahkan hanya tercatat melakukan satu pelanggaran selama 90 menit, sebuah catatan yang disebut sebagai salah satu yang terendah dalam sejarah pertandingan Piala Dunia.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengakui timnya kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Meski mendominasi permainan dan terus menekan lawan, Spanyol gagal menemukan celah untuk menembus pertahanan rapat Cape Verde.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup H semakin terbuka. Spanyol kini dituntut meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur, sementara Cape Verde mendapatkan modal berharga dalam penampilan perdana mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.

Satu poin yang diraih Cape Verde juga menjadi catatan bersejarah bagi negara kepulauan tersebut. Pada debut pertamanya di putaran final Piala Dunia, mereka berhasil menahan imbang salah satu favorit juara dan menjaga asa untuk bersaing di Grup H.

Belgia vs Mesir

Sementara, Mesir nyaris mencetak sejarah pada laga pembuka Grup G Piala Dunia FIFA 2026 di Seattle, tetapi Belgia berhasil memaksa hasil imbang setelah gol bunuh diri di babak kedua.

Mesir tampil berani sejak awal dan membuka keunggulan pada menit ke-19. Gol berawal dari aksi Mohamed Salah yang merancang serangan, lalu diselesaikan dengan tenang oleh Emam Ashour.

Gelandang Al Ahly itu mengontrol bola sekali sebelum melepaskan tembakan yang melewati sela kaki Thomas Meunier dan menaklukkan kiper Thibaut Courtois. Gol tersebut menjadi gol internasional pertama bagi Ashour sekaligus membawa Mesir unggul 1-0 hingga babak pertama usai.

Keunggulan itu membuat Mesir sempat berada di jalur kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, The Pharaohs belum pernah memenangi pertandingan di turnamen tersebut dan hanya sekali mencatatkan clean sheet.

Belgia meningkatkan tekanan selepas jeda. Pelatih memasukkan Romelu Lukaku sebagai pemain pengganti, dan perubahan itu langsung memberi dampak.

Tepat 20 detik setelah masuk lapangan, Lukaku menyambut umpan silang Meunier di dalam kotak penalti. Kehadirannya membuat bek Mesir Mohamed Hany salah mengantisipasi bola dan tanpa sengaja mengarahkannya ke gawang sendiri melewati Mostafa Shoubir di menit ke-66.

Gol bunuh diri itu menyelamatkan Belgia dari kekalahan dan memastikan pertandingan berakhir imbang 1-1. Meski gagal meraih kemenangan bersejarah, Mesir tetap mencatat pencapaian baru dengan memimpin lebih lama dalam laga Piala Dunia dibandingkan total catatan mereka sebelumnya.

Bagi Belgia, hasil ini menjadi peringatan bahwa mereka harus tampil lebih efektif jika ingin melaju jauh di turnamen. Sementara itu, Mesir menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan salah satu tim kuat Eropa dan berpotensi menjadi kuda hitam di Grup G.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: