Pangsa Pasar ChatGPT Merosot di Bawah 50 Persen, Gemini dan Claude Kian Agresif
BeritaNasional.com - Setelah lebih dari tiga setengah tahun mendominasi kecerdasan buatan pascapeluncuran perdananya pada November 2022, ChatGPT kini harus menghadapi peta persaingan yang berubah drastis.
Meski asisten digital besutan OpenAI ini masih menyandang status sebagai chatbot paling populer di dunia, pangsa pasar globalnya dilaporkan telah merosot ke bawah 50 persen untuk pertama kali.
Berdasarkan Laporan Kondisi AI 2026 yang dirilis perusahaan analitik Sensor Tower, penurunan ini dipicu oleh tren pengguna global yang mulai gemar berpindah ke berbagai platform alternatif seperti Gemini milik Google, Claude besutan Anthropic, hingga Grok dari xAI.
Padahal, dari segi pertumbuhan angka, performa ChatGPT masih sangat mengesankan. Sensor Tower mencatat bulan ini bahwa ChatGPT sukses menjadi aplikasi tercepat dalam sejarah yang mampu menyentuh angka 1 miliar pengguna bulanan.
Hingga saat ini, ChatGPT masih memimpin pasar dengan total lebih dari 1,1 miliar pengguna bulanan, disusul oleh Gemini dengan 662 juta pengguna, dan Claude yang mengantongi 245 juta pengguna.
Faktor Kepercayaan Merek dan Migrasi Pengguna
Kemerosotan pangsa pasar OpenAI terlihat cukup signifikan dalam hitungan bulan. Pada Januari lalu, ChatGPT masih menguasai lebih dari separuh pasar AI dunia. Namun, pada akhir Mei, angkanya merosot hingga menyentuh 46,4 persen.
Di sisi lain, Gemini meroket dengan mengamankan 27,7 persen pangsa pasar, diikuti oleh Claude sebesar 10,3 persen.
Sementara itu, jajaran asisten virtual lainnya seperti Grok, Perplexity, DeepSeek, dan Meta AI masih tertahan di bawah angka 5 persen.
Menariknya, perilaku pengguna yang kian mudah berpindah platform ini kerap dipicu oleh isu sensitif terkait kepercayaan merek.
Sebagai contoh, keputusan OpenAI untuk menjalin kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS (DoD) pada Februari 2026 langsung memicu lonjakan penghapusan instalasi (uninstal) aplikasi ChatGPT secara masif.
Fenomena ini membuktikan bahwa keselarasan nilai dan integritas sebuah merek kini menjadi pertimbangan utama pengguna, bukan lagi sekadar kelengkapan fitur.
Industri Mulai Bergeser ke Arah Monetisasi
Secara global, industri AI diperkirakan bakal mencetak angka 2,3 miliar unduhan aplikasi dengan total perputaran uang mencapai lebih dari USD4,2 miliar pada paruh pertama tahun 2026 ini.
Angka pengeluaran tersebut melonjak tajam dibandingkan semester pertama tahun 2025 yang mencatatkan USD1,83 miliar.
Kenaikan ini mengindikasikan bahwa industri AI mulai menggeser fokus utamanya, dari yang awalnya sekadar mengejar pertumbuhan pengguna, kini bertransformasi ke arah monetisasi.
Meski demikian, jika ditinjau dari grafik pertumbuhan unduhan dan pengeluaran, pergerakannya mulai melambat. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa pasar aplikasi AI global mulai mencapai titik kematangan (market maturity).
Secara regional, wilayah Asia justru mencatatkan penurunan jumlah unduhan untuk pertama kalinya sebesar 3,3 persen pada kuartal pertama tahun 2026 yang didorong oleh lesunya pasar China dan India.
Walaupun Asia memimpin dari segi total volume unduhan dunia, wilayah ini masih kalah jauh dari Amerika Utara dan Eropa dalam hal pengeluaran dalam aplikasi (in-app purchase).
Ketimpangan regional ini menjadi catatan penting bagi perusahaan pengembang untuk menentukan wilayah investasi fitur premium mereka.
Dominasi 3 Besar dan Strategi Iklan ChatGPT
Persaingan ketat di papan atas kian mengkristal. Tiga asisten AI terbesar, ChatGPT, Gemini, dan Claude, saat ini sukses menguasai hingga 89 persen total waktu yang dihabiskan pengguna pada aplikasi asisten AI.
Di AS sendiri, durasi penggunaan aplikasi AI diprediksi melonjak drastis dari 17,2 miliar jam pada semester pertama 2025 menjadi sekitar 36 billion jam pada paruh pertama tahun 2026.
Dalam hal konversi pengguna berbayar, Claude besutan Anthropic tampil mengejutkan dan sukses mencuri perhatian investor.
Sebanyak 13 persen pengguna Claude rela merogoh kocek untuk berlangganan paket premium. Tingkat konversi tertinggi di industri ini menjadi sinyal kuat bahwa Anthropic berhasil membangun model pendapatan bisnis yang paling berkelanjutan.
ChatGPT Mulai Disisipi Iklan
Demi mengejar monetisasi di luar sektor langganan premium, OpenAI mulai melakukan eksperimen dengan menyisipkan iklan di dalam ChatGPT sejak Februari lalu.
Langkah ini dilakukan secara bertahap. Pada bulan Mei, rata-rata tercatat sudah ada 17 persen pengguna harian yang melihat tayangan iklan di platform tersebut. Sejauh ini, kategori pengiklan terbesar di ChatGPT didominasi oleh sektor perangkat lunak, belanja (shopping), media & hiburan, serta makanan & minuman.
Sumber: TechCrunch
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







