Joan Laporta Pastikan Karim Adeyemi Resmi Diperkenalkan Barcelona Dalam Waktu Dekat
BeritaNasional.com - Teka-teki mengenai masa depan Karim Adeyemi akhirnya terjawab. Presiden FC Barcelona Joan Laporta mengonfirmasi klub berjuluk Blaugrana tersebut akan secara resmi mengumumkan perekrutan penyerang muda Jerman itu dari Borussia Dortmund pada Rabu (22/7/2026).
Selain pengumuman resmi, penyerang berusia 24 tahun tersebut dijadwalkan langsung diperkenalkan secara publik di hadapan para penggemar dan media setempat.
Laporta menyampaikan kabar kepastian ini setibanya di bandara Barcelona usai dirinya terbang untuk menghadiri laga final Piala Dunia di New Jersey.
Agenda perjalanan Laporta ke Amerika Serikat itulah yang menjadi alasan utama tertundanya pengumuman transfer Adeyemi, meski sang pemain diketahui sudah tiba di Barcelona sejak pekan lalu.
Karim Adeyemi merupakan sosok penyerang serbabisa yang mampu ditempatkan di sektor sayap maupun sebagai ujung tombak di lini tengah.
Sebelum memutuskan hijrah ke raksasa La Liga ini, ia memiliki catatan performa yang cukup impresif bersama Dortmund dengan mengemas 36 gol dari 146 penampilan.
Kehadiran Adeyemi diproyeksikan untuk mengisi kekosongan lini serang setelah kepergian Robert Lewandowski yang kontraknya bersama Barcelona telah kedaluwarsa pada akhir Juni 2026.
Di sisi lain, kedatangan Adeyemi juga memicu pergeseran di internal skuad. Penyerang muda Roony Bardghji kemungkinan besar dipinjamkan ke klub lain setelah kesulitan menembus tim utama musim lalu.
Pemain yang telah mengantongi 11 caps bersama Timnas Jerman ini menjadi rekrutan kedua Barcelona di bursa transfer musim panas ini.
Sebelumnya, tim asuhan Hansi Flick tersebut sudah lebih dulu sukses mendaratkan winger internasional Inggris, Anthony Gordon, dari Newcastle United.
Sumber: Xinhua Sport
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 18 jam yang lalu







