Donald Trump Tetapkan Tarif Baru, Pemerintah Indonesia Segera Negosiasi dengan AS

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 04 April 2025 | 11:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/X).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/X).

BeritaNasional.com - Pemerintah mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat. Hal ini sebagai langkah menanggapi penetapan tarif impor baru Amerika Serikat yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

"Sebagai bagian dari negosiasi, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam siaran pers, Jumat (4/4/2025).

Pemerintah juga berkomunikasi dengan Malaysia sebagai pemegang keketuaan ASEAN untuk mengambil langkah antisipasi terhadap tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat. Tarif impor itu berdampak kepada 10 negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

"Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku pemegang keketuaan ASEAN untuk mengambil langkah bersama, mengingat 10 negara ASEAN seluruhnya terdampak pengenaan tarif AS," tulis Kemlu.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk menyiapkan langkah strategis dan perbaikan struktural serta kebijakan deregulasi.

Kebijakan deregulasi berupa penyederhanaan regulasi yang menghambat. Khususnya terkait dengan Non Tariff Barrier.

Hal itu sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing, menjaga kepercayaan pelaku pasar dan menarik investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Langkah kebijakan strategis lainnya akan ditempuh oleh Pemerintah Indonesia untuk terus memperbaiki iklim investasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja yang luas," tulis Kemlu RI.

Pemerintah juga menyadari tarif baru AS akan berdampak signifikan terhadap daya saing eskpor Indonesia ke negara adidaya itu. Produk ekspor utama Indonesia di pasar AS antara lain, elektronik, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, palm oil, karet, furnitur, udang dan produk-produk perikanan laut.

Karena itu pemerintah Indonesia akan menghitung dampak pengenaan tarif AS terhadap sektor tersebut dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

"Pemerintah Indonesia juga akan mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak negatif terhadap perekonomian nasional Indonesia." tulis Kemlu.

Diberitakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10 persen ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terhadap barang-barang yang masuk ke negara tersebut.

Menurut unggahan Gedung Putih di Instagram, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen.

Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.

Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen dan 36 persen.

Dilansir dari Kyodo, Trump mengatakan, tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri. Trump menyebut hari pengumuman itu sebagai "Hari Pembebasan" bagi negaranya.

Ia dan para pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa Amerika Serikat telah "dirugikan" oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: