Dino Patti Djalal Usul Soroti Pertemuan Kepala Negara Tak Direspons, Seskab Teddy: Prabowo Tahu Mana yang Prioritas

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan kepada wartawan(BeritaNasional/Setpres)
Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan kepada wartawan(BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo Subianto untik memanfaatkan waktu saat berkunjung ke forum internasional.

Dino mengatakan, hal tersebut bisa dilakukan dengan Formula 1 plus 8. Maksudnya, dalam satu forum, Prabowo bertemu dengan 8 kepala negara.

“Kami menyarankan istana menerapkan Formula 1 plus 8, yaitu dalam menghadiri forum internasional, misalnya ke Davos, atau PBB di New York, atau ASEAN, atau G20, dan lain sebagainya, sembari menyampaikan pidato, Presiden juga bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan delapan kepala negara lain yang juga hadir,” kata Dino dalam akun Instagramnya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Dino berujar, usulan tersebut muncul karena saat menghadiri sidang PBB di New York tahun lalu, Presiden Finlandia Alexander Stubb meminta waktu untuk bertemu dengan Prabowo di New York tetapi hal tersebut tak kunjung diindahkan.

Tak hanya itu, pada KTT ASEAN di Cebu, Filipina juga seorang kepala negara ASEAN ingin melakukan pertemuan bilateral dan kembali tidak direspons. 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Prabowo sendiri yang menentukan kepala negara mana yang dia akan temui.

"Jadi gini, pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri," kata Teddy dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Teddy pun memastikan Prabowo mengetahui mana saja pertemuan dengan kepala negara yang menjadi prioritas dan tidak.

"Dan beliaulah-beliaulah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," ujar Teddy.

Teddy lantas menyebut jikalau Dino seharusnya tahu hal tersebut karena merupakan seorang diplomat yang hebat.

"Saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan ya. Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," tandasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: