Menteri Transmigrasi Pastikan Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot Bebas Intervensi

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 02 Juni 2026 | 20:37 WIB
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto/Tim Kementerian Transmigrasi)
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto/Tim Kementerian Transmigrasi)

BeritaNasional.com - Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengeluarkan arahan kepada seluruh perguruan tinggi mitra pelaksana rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 agar proses seleksi dan pengumuman peserta dilaksanakan secara transparan, objektif, profesional, dan akuntabel.

Arahan tersebut disampaikan menjelang pengumuman hasil rekrutmen TEP 2026 yang tahun ini mencatat antusiasme tinggi dari kalangan generasi muda Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Transmigrasi, sebanyak 10.359 peserta dari hampir 1.992 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut. Sementara kuota yang tersedia hanya sekitar 1.230 peserta dan 246 ketua tim.

Menteri Transmigrasi menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semangat kepemimpinan, gotong royong, dan pengabdian yang masih kuat di kalangan anak muda Indonesia.

“Keberhasilan Program Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang diberangkatkan, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga kepercayaan publik terhadap proses yang dijalankan,” ujar Iftitah.

Dalam arahannya, Iftitah menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi memberikan kepercayaan penuh kepada perguruan tinggi mitra untuk melaksanakan proses rekrutmen sesuai standar akademik, profesionalisme, dan integritas masing-masing institusi.

Karena itu, seluruh tahapan seleksi diminta dilaksanakan secara objektif, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Perguruan tinggi juga diminta menyampaikan secara terbuka kriteria, mekanisme, dan prinsip-prinsip rekrutmen yang digunakan.

Selain itu, Menteri Transmigrasi menegaskan tidak ada intervensi dalam proses seleksi peserta.

“Tim Ekspedisi Patriot tidak mencari peserta yang memiliki akses atau kedekatan paling kuat, melainkan peserta yang memiliki kapasitas terbaik untuk mengabdi kepada Indonesia. Lebih baik kita kehilangan peserta yang memiliki kedekatan, daripada kehilangan peserta terbaik yang memiliki kapasitas,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh dokumen dan hasil penilaian peserta didokumentasikan dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas proses serta menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program di masa mendatang.

Menurut Iftitah, peserta yang tidak lolos seleksi bukan berarti tidak memiliki kemampuan atau kualitas yang baik. Hal tersebut lebih disebabkan tingginya jumlah peserta yang memenuhi syarat dibandingkan kuota yang tersedia.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, Kementerian Transmigrasi akan merangkul seluruh pendaftar melalui Komunitas Sahabat Patriot. Komunitas tersebut akan menjadi wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan pengabdian bagi generasi muda Indonesia.

“Seluruh pendaftar adalah aset bangsa. Yang membedakan hanyalah kesempatan dan waktu pengabdiannya,” pungkas Menteri Transmigrasi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: