Dari Pemain Amatir ke Piala Dunia 2026, Andy Robertson Wujudkan Mimpi Lawan Brasil

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 12 Juni 2026 | 22:00 WIB
Kapten Timnas Skotlandia Andy Robertson. (Foto/Instagram Andy Robertson)
Kapten Timnas Skotlandia Andy Robertson. (Foto/Instagram Andy Robertson)

BeritaNasional.com - Perjalanan karier kapten tim nasional Skotlandia, Andy Robertson, sering kali disebut-sebut sebagai salah satu kisah paling indah di sepak bola modern. 

Dari memulai langkah di panggung amatir, bek kiri kelahiran Glasgow ini sukses menapaki tangga karier yang luar biasa.

Ia merangkak dari Queen's Park, Dundee United, hingga Hull City, sebelum akhirnya moncer bersama Liverpool di Anfield. 

Selama seragam The Reds melekat di tubuhnya, Robertson telah memenangkan segalanya di level klub, mulai dari trofi domestik hingga kejayaan di Eropa.

Kendati punya pengalaman yang sangat mentereng, ada satu kepingan prestasi yang selama ini hilang, yakni mewakili negaranya di Piala Dunia FIFA. 

Penantian itu segera berakhir karena Robertson, yang dijadwalkan bakal bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 1 Juli 2026, akan memimpin Skotlandia di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Setelah sempat memimpin negaranya di UEFA Euro 2024, bek berusia 32 tahun ini menganggap Piala Dunia sebagai puncak dari segala pengorbanan dan keteguhan hatinya.

"Di saat-saat seperti ini, saya pikir penting untuk mengingat dari mana Anda berasal, perjalanan yang telah Anda lalui, dan seberapa keras Anda telah bekerja untuk mendapatkan momen-momen ini," kata Robertson yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Jumat (12/6/2026). 

"Saya menyukai perjalanan saya. Saya menyukai perjalanan yang telah saya lalui. Banyak kerja keras, banyak pengorbanan. Tetapi untuk imbalan yang saya dapatkan darinya, itu sepadan dengan setiap menitnya," lanjutnya.

Bagi Robertson, mengenakan ban kapten di dada adalah sesuatu yang berada di luar ekspektasinya saat masih kecil, karena fokus utamanya sejak awal hanyalah menembus skuad utama.

"Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi kapten tim nasional. Sejak kecil, impian saya tentu saja selalu bermain untuk negara," lanjutnya.

Menariknya, dunia hampir saja kehilangan bakat Robertson. Saat masih berusia 15 tahun, ia sempat dilepas oleh klub masa kecilnya, Celtic, gara-gara postur tubuhnya yang dianggap terlalu kecil untuk ukuran pesepak bola profesional.

Mengenang masa-masa sulit itu, Robertson menilai bahwa setiap pesepak bola pasti akan selalu dihadapkan pada rintangan besar yang menguji mental mereka.

"Menjadi pemain sepak bola profesional bukanlah hal yang mudah," jelasnya. "Jika saya melihat ruang ganti mana pun yang pernah saya masuki, selalu ada rintangan di sepanjang jalan yang dialami semua pemain sepak bola. Saya pikir itulah yang membuat Anda tangguh."

Momen pahit saat didepak oleh Celtic diakui Robertson sebagai fase terendah dalam hidupnya karena ia harus berkenalan dengan rasa kecewa di usia yang masih sangat muda. Namun, proses bangkit dari keterpurukan itulah yang pada akhirnya membentuk karakter sang pemain hingga bisa sekuat sekarang.

"Itu adalah momen yang sangat besar bagi saya, dalam hal merasakan penolakan untuk pertama kalinya, kesedihan, dan semua hal lain yang menyertainya. Tetapi juga bagaimana saya mengatasi hal itu dan bangkit kembali. Itulah yang sangat membantu karier saya ke depan, karena Anda akan mengalami kemunduran di sepanjang jalan, selalu begitu, dan yang terpenting adalah bagaimana Anda menghadapi kemunduran tersebut," tuturnya.

Kini, fokus Robertson sepenuhnya tertuju pada laga perdana Grup C melawan Haiti pada 13 Juni esok. Laga ini sekaligus menandai kembalinya Skotlandia ke panggung terbesar sepak bola dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, setelah menang dramatis 4-2 atas Denmark November lalu.

Selain Haiti, anak-asuh Steve Clarke ini juga akan bersua dengan Maroko, sebelum menutup fase grup dengan laga impian melawan pemilik lima gelar juara dunia, Brasil. Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia terjadi pada laga pembuka edisi 1998 silam di Stade de France, di mana Skotlandia takluk tipis 1-2.

Meski demikian, Robertson menegaskan bahwa skuad Skotlandia generasi sekarang sama sekali tidak akan terbebani oleh memori kelam masa lalu saat bentrok dengan tim bertabur bintang asuhan Carlo Ancelotti tersebut di Miami nanti.

"Saya rasa kitalah yang selalu ingin menciptakan sejarah kita sendiri. Saya rasa hasil pertandingan melawan Brasil atau pertandingan sebelumnya tidak akan berpengaruh pada pertandingan ini," tegas Robertson. 

Walaupun mengusung misi mencetak sejarah baru, ia tetap menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap kekuatan tim Samba, sekaligus merasa beruntung karena Piala Dunia bisa mewujudkan laga impian ini.

"Tapi kami tahu betapa sulitnya nanti. Bermain melawan Brasil adalah impian bagi semua pemain dan itu tidak selalu mungkin ketika Anda berasal dari benua yang berbeda, tetapi Piala Dunia memungkinkan Anda untuk melakukan itu. Kami selalu siap untuk bersaing, dan mudah-mudahan kami bisa memberi mereka pertandingan yang sulit," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: