Iran Bantah Klaim Trump soal Pencairan Dana yang Dibekukan AS

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:00 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)

BeritaNasional.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah penandatanganan kesepakatan damai sementara pada 17 Juni 2026 kian meruncing. 

Kali ini, kedua negara terlibat saling sindir terkait nasib dana milik Iran yang dibekukan oleh AS.

Kepala negosiator sekaligus tokoh penting Teheran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah klaim Washington yang menyebut aset negara yang dicairkan tersebut wajib digunakan untuk membeli produk pertanian dari AS. 

Lewat pernyataan di platform X, Ghalibaf menuduh AS sengaja menciptakan perundingan sampah.

"Amerika secara keliru mengeklaim aset kita yang dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian mereka. Menarik. Satu-satunya tanaman yang kita panen adalah apa yang Anda (AS) tanam. Puluhan tahun ketidakpercayaan. Itu organik, berlimpah, dan hasil pertanian dalam negeri," tulis Ghalibaf yang dilansir dari Russian Today pada Sabtu (27/6/2026).

Ia menambahkan sindiran bahwa AS sejauh ini hanya bisa mengekspor kedelai GMO, janji palsu, dan omong kosong.

Berdasarkan dokumen nota kesepahaman (MoU), AS sebenarnya sepakat bahwa sejumlah aset Iran yang selama ini dibekukan akibat sanksi akan sepenuhnya bisa digunakan oleh Teheran.

Namun, polemik muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim sepihak bahwa sebagian dari dana tersebut harus dialokasikan Iran untuk membeli gandum, kedelai, dan jagung dari petani Amerika. 

Kesepakatan Damai Terancam

Implementasi MoU damai ini juga digoyang oleh isu geopolitik di Timur Tengah. Awal pekan ini, Iran menuduh operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon telah melanggar poin kesepakatan. 

Padahal, dalam MoU tertulis bahwa kedua belah pihak harus mendorong "penghentian segera dan permanen" atas pertempuran di wilayah tersebut.

Sumber: Russian Todaysinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: