Kompolnas: 3 Polisi Dikejar lalu Dibunuh saat Operasi Gerebek Narkoba di Kalteng

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 07 Juli 2026 | 08:29 WIB
Kompolnas turun langsung ke lokasi ditemukannya tiga jenazah polisi yang gugur saat operasi penggerebekan. (Foto/Kompolnas)
Kompolnas turun langsung ke lokasi ditemukannya tiga jenazah polisi yang gugur saat operasi penggerebekan. (Foto/Kompolnas)

BeritaNasional.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung ke lokasi ditemukannya tiga jenazah polisi yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid menyebut hasil penelusuran diyakini kematian ketiga anggota bukan karena tenggelam, melainkan aksi pembunuhan akibat perlawanan dari kelompok bandar narkoba.

“Bahwa para korban ini dihabisi, dibunuh sebelum mereka dibuang ke sungai,” kata Supardi dalam keteranganya, dikutip Selasa (7/7/2026).

Supardi menyampaikan temuan itu didasari ceceran darah di sekitar lokasi berakhir di Sungai. Hal ini membantah kabar ketiga anggota tewas tenggelam, saat melarikan diri ke sungai akibat serangan balik komplotan bandar narkoba. 

“Bahwa tesis bahwa para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti, justru terbantahkan,” sebutnya.

“Artinya, ini adalah secara jelas masuk ke dalam kategori intentionally killing yang dilakukan oleh para bandar narkoba ini. Untuk menghabisi para petugas kepolisian dan baru kemudian dibuang ke sungai,” sambung dia.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Kompolnas Choirul Anam mendukung agar kasus ini diusut tuntas. Bukan hanya soal kematian, namun perlawanan bandar narkoba yang harus diberantas.

“Peristiwa ini harus menjadi satu spirit baru yang semakin mengencangkan pemberantasan narkoba. Tidak boleh berhenti di pelaku lapangan, harus naik sampai gembongnya, bos narkobanya, rantai jaringan distribusi dan sebagainya,” tegas Anam.

Anam pun menyampaikan dari dari penelusurannya ternyata perlawanan dari bandar narkoba sangatlah keras. Bahkan, saat aparat sudah mencoba mundur untuk menghindari jatuhnya korban, tetap dilakukan pengejaran berujung gugurnya tiga anggota. 

“Petugas kepolisian yang menghindari banyaknya korban mundur itu masih tetap dikejar sama mereka (pelaku). Oleh karenanya, memberantas narkoba dalam konteks ini tidak boleh kendor, harus tetap maju,” ucap Anam.

Sebelumnya dalam operasi ini turut gugur tiga anggota Polisi, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri, dan Aiptu Sumaryanto yang telah mendapat kenaikan pangkat luar biasa atas jasanya dalam bertugas.

”Kami berduka, Polri berduka, karena personel-personel terbaik Polri kemudian ada yang gugur dalam pelaksanaan tugas di Kalimantan Tengah. Untuk personel yang gugur sudah diberikan penganugerahan kenaikan pangkat luar biasa kemudian sudah ditemukan semua,” ucap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. 

Sementara untuk hasil penyidikan, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, melaporkan pihaknya telah berhasil menangkap tiga pelaku penyerangan inisial R, S, dan N di wilayah Katingan Tengah.

“(Ditangkap) S, N , R sekitar Katingan Tengah. Menyerang dengan parang dan turut serta,” kata Dodik saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026).

Meski begitu, Dodik belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait dengan detail peran dari ketiga pelaku. Namun ia menjamin akan memproses para pelaku sampai tuntas.

“Ada yang tersangka ada yang masih pedalaman,” tutur dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: