Siapa Lindsey Graham? Senator AS Pro-Zionis, Tarik Ulur dengan Trump hingga Kontroversinya
BeritaNasional.com - Nama Lindsey Graham kembali menjadi sorotan setelah kiprahnya sebagai salah satu senator Amerika Serikat (AS) yang paling vokal mendukung Israel. Politikus Partai Republik asal South Carolina itu dikenal sebagai sosok berhaluan konservatif dengan kebijakan luar negeri yang cenderung agresif, terutama terkait konflik di Timur Tengah. Siapakah dia? Simak profil Lindsey Graham dan sepak terjangnya, yang dirangkum BeritaNasional.
Profil Lindsey Graham
Lindsey Graham Llhir di Central, South Carolina, pada 9 Juli 1955. Ia mengawali karier sebagai pengacara di Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum terjun ke dunia politik. Ia terpilih sebagai anggota Parlemen AS pada 1994, kemudian menjadi Senator AS sejak 2003 dan beberapa kali terpilih kembali mewakili South Carolina.
Selama kariernya, Graham juga pernah menjabat sebagai Ketua Komite Anggaran Senat serta menjadi anggota Komite Kehakiman dan Komite Alokasi Anggaran Senat.
Senator Pro-Zionis
Di bidang politik luar negeri, Graham dikenal sebagai salah satu pendukung paling kuat hubungan Amerika Serikat dengan Israel. Ia secara konsisten mendukung peningkatan bantuan militer untuk Israel, memperkuat kerja sama keamanan kedua negara, serta mendukung berbagai kebijakan pemerintahan AS yang menguntungkan Israel, termasuk pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel pada masa pemerintahan Donald Trump.
Graham beberapa kali mengunjungi Israel dan menjalin hubungan dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Seusai kabar wafatnya pada Juli 2026, sejumlah pejabat tinggi Israel, termasuk Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog, menyampaikan belasungkawa serta menyebut Graham sebagai salah satu sahabat terbesar Israel di Washington.
Kontroversi Graham Lindsey
Berbagai pernyataan Graham mengenai konflik Israel-Hamas juga menuai kritik luas. Setelah perang Gaza pecah pada Oktober 2023, ia menyatakan dukungan penuh terhadap operasi militer Israel dan mengeluarkan sejumlah komentar yang dinilai kontroversial oleh kelompok hak asasi manusia maupun sebagian anggota Kongres AS. Pernyataannya mengenai Gaza dan korban sipil menjadi salah satu yang paling banyak diperdebatkan di tingkat internasional.
Kontroversi Graham tidak hanya berkaitan dengan isu Timur Tengah. Sepanjang karier politiknya, ia dikenal sebagai pendukung intervensi militer Amerika Serikat di berbagai negara, termasuk Irak, Afghanistan, hingga Iran. Sikap hawkish tersebut membuatnya menjadi figur yang dipuji oleh kalangan konservatif pendukung kebijakan pertahanan kuat, namun juga dikritik karena dianggap terlalu mendukung penggunaan kekuatan militer dalam kebijakan luar negeri AS.
Perjalanan politik Graham juga kerap menjadi perhatian karena perubahan hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump. Pada pemilu 2016 ia sempat menjadi salah satu pengkritik paling keras Trump, namun beberapa tahun kemudian berubah menjadi sekutu dekat dan mendukung berbagai agenda pemerintahan Trump, terutama dalam isu keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.
(Rep: Bunga)
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







