Trump Batalkan Rencana Tarif 20 Persen di Selat Hormuz, Pilih Kerja Sama Dagang

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 15 Juli 2026 | 01:35 WIB
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah kebijakan terkait Selat Hormuz. Setelah sebelumnya mengumumkan rencana penerapan tarif 20 persen.

Trump kini memilih mengedepankan kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara kawasan Teluk.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menegaskan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh kapal, kecuali kapal yang terkait dengan Iran.

Menurut Trump, pembatasan tersebut ditujukan kepada pemerintah Iran yang ia tuding membawa negaranya ke arah yang semakin buruk.

"Selat Hormuz terbuka untuk seluruh lalu lintas kapal, kecuali Iran," tulis Trump dalam pernyataannya.

Tarif Diganti dengan Kesepakatan Dagang

Trump juga memastikan rencana tarif impor sebesar 20 persen tidak akan diberlakukan. Sebagai gantinya, pemerintah AS akan memperkuat hubungan ekonomi melalui berbagai kesepakatan perdagangan dan investasi dengan negara-negara Teluk.

Perubahan kebijakan ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempererat hubungan dengan mitra strategis di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tercatat mengalami penurunan. Data platform pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan hanya empat kapal yang melintasi jalur tersebut sejak pagi hari, angka terendah sejak nota kesepahaman (MoU) ditandatangani pada 17 Juni.

Empat kapal tersebut terdiri dari satu kapal tanker minyak dan tiga kapal kontainer yang berangkat dari pelabuhan di Oman dan Uni Emirat Arab.

Menariknya, saat kembali melintasi Selat Hormuz, seluruh kapal itu menyembunyikan informasi mengenai tujuan akhir pelayaran serta data kepemilikan mereka, sebuah langkah yang kerap dilakukan untuk alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: