Balas Serangan AS, Drone Iran Hancurkan HIMARS AS di Kuwait

Oleh: Kiswondari
Senin, 13 Juli 2026 | 21:29 WIB
Sistem peluncur rudal. (Foto/Pixabay)
Sistem peluncur rudal. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Iran akhirnya membalas serangan terbaru Amerika Serikat (AS) dengan menyasar sistem peluncur rudal HIMARS AS di Kuwait pada Minggu (12/7/2026) waktu setempat. Setelah AS sebelumnya melancarkan beberapa gelombang serangan yang menyasar beberapa fasilitas Iran.

Melansir Russia Today (RT) yang mengutip Kantor berita Fars, serangan drone Iran telah menghancurkan sejumlah sistem peluncur rudal HIMARS AS di Kuwait. Bahkan, dilaporkan pula bahwa tiga perwira Amerika tewas dan beberapa lainnya terluka, yang kemudian  dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).

Sebelumnya pada hari yang sama, jurnalis Axios, Barak Ravid yang mengutip seorang pejabat AS anonim menyampaikan, Washington telah melakukan "beberapa serangan terhadap sistem rudal dan pertahanan udara," serta terhadap kapal-kapal kecil Angkatan Laut Iran, di beberapa lokasi di sekitar Selat Hormuz.

Sementara itu, stasiun televisi Press TV Iran melaporkan beberapa ledakan di dekat Pulau Qeshm, dan menayangkan rekaman yang tampaknya menunjukkan asap mengepul di area tersebut. Diketahui, Qeshm adalah pulau terbesar Iran di Teluk Persia dan dilaporkan sebagai lokasi penting bagi pertahanan pantai, sistem radar, dan aset angkatan laut negara itu.

Pada hari itu, Fars melaporkan bahwa pasukan Iran telah menggunakan drone untuk menghancurkan peluncur HIMARS di Kuwait, yang menurut mereka telah disiapkan untuk menembak ke wilayah Iran.

Fars juga melaporkan bahwa tiga rudal balistik ditembakkan ke arah daerah Al Mina di Kuwait dan sebuah lokasi yang menampung sistem rudal ATACMS AS, menambahkan bahwa aset militer AS di Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman juga telah menjadi sasaran sepanjang hari.

Di sisi lain, militer Kuwait mengonfirmasi bahwa negaranya diserang tetapi tidak menyebutkan klaim HIMARS atau korban jiwa Amerika, tanpa menuding Iran atas serangan tersebut. Kuwait mengatakan, tiga pos perbatasan darat di utara negara itu telah diserang dalam "serangan agresif kriminal" yang menyebabkan "kerusakan material," sementara sebuah drone musuh menghantam anjungan pengeboran lepas pantai yang dioperasikan oleh Kuwait Oil Company, dan melukai seorang pekerja.

Sebagai informasi, selama awal Juli, Iran dan militer AS terus melakukan aksi saling serang usai runtuhnya gencatan senjata sementara. Washington menuding Teheran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz, sementara Iran mengatakan bahwa beberapa kapal gagal mematuhi instruksi saat melewati selat tersebut. Teheran kemudian menutup Selat Hormuz yang kemudian dibantah oleh pejabat AS, yang mengatakan bahwa lalu lintas komersial terus bergerak di jalur tersebut.

Sumber: Russia Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: