Investasi Jangan Berakhir Sia-sia, BRIN Minta Pelaku Industri Pikirkan Proyeksi Teknologi Masa Depan
BeritaNasional.com - Pelaku industri harus mulai memikirkan proyeksi teknologi masa depan. Hal ini agar investasi bernilai besar yang dikucurkan tidak berakhir sia-sia akibat adopsi teknologi yang cepat usang (obsolete).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan program hilirisasi dan industrialisasi sektor pertambangan. tak lagi boleh bergantung pada teknologi jangka pendek yang masih digunakan hingga kini.
"Jangan sampai kita melakukan kegiatan industrialisasi dan investasi yang berbasis pada teknologi jangka pendek. Membangun pabrik atau industri butuh waktu dua hingga tiga tahun, saat baru selesai, teknologinya sudah usang karena sudah muncul teknologi baru," ujarnya.
Kecepatan perkembangan teknologi global terjadi secara luar biasa. Dengan demikian dalam mendesain riset maupun rancangan pabrik hilirisasi, tidak boleh lagi pendekatannya hanya berbasis pada aspirasi dan kebutuhan saat ini saja tapi harus melibatkan imajinasi futuristik.
Ia kemudian mendorong ekosistem industri pertambangan melakukan pemetaan atau proyeksi tren teknologi (forecasting) jauh ke depan, setidaknya untuk membaca arah perkembangan industri 2035- 2040.
"Kita harus menggunakan AI, expert, serta kemampuan membaca tren dunia, sehingga kita bisa memahami ke depan itu teknologi apa yang kira-kira akan dipakai," ucapnya
Dalam BRIN Goes To Industry 5 (BGTI 5) Hilirisasi Riset dan Inovasi Sektor Pertambangan di Jakarta, Selasa (28/7/2026) ia juga menyampaikan untuk mewujudkan ekosistem yang berpandangan maju tersebut, BRIN terus mendorong untuk mengambil peran strategis dalam membantu industri melakukan forecasting teknologi.
Pendekatan ini ditargetkan mampu memetakan tren instrumen apa saja yang akan relevan di sektor pertambangan dan energi dalam beberapa dekade mendatang.
Melalui sinergi erat antara lembaga riset dan pelaku usaha pertambangan, dia berharap proses hilirisasi mineral di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, berdaya saing tinggi di pasar global, serta tidak lagi tertinggal oleh pesatnya inovasi dari negara-negara maju. (Antara)
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 16 jam yang lalu
PERISTIWA | 16 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 15 jam yang lalu
OLAHRAGA | 16 jam yang lalu







