Spanyol Catat 3.800 Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas
BeritaNasional.com - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di negara tersebut sejak awal tahun ini.
Sebelumnya, Pemerintah Spanyol menetapkan status darurat nasional di wilayah otonom Madrid serta Provinsi Avila dan Provinsi Toledo. Hal ini dilakukan karena kebakaran hutan yang kian meluas.
"Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa," ujar Sanchez saat mengumumkan pembangunan jaringan fasilitas perlindungan komprehensif bagi warga dari suhu panas ekstrem Climate Shelters Network.
Ia mengatakan, Pemerintah Spanyol berencana untuk mengalokasikan dana sekitar Rp205,54 miliar untuk membangun sejumlah fasilitas perlindungan baru. Fasilitas ini untuk melindungi masyarakat dari kondisi cuaca panas ekstrem.
"Kami setuju pemberian dukungan dana guna mendanai pembangunan tempat-tempat perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan," ujar Sanchez.
Pada awal Juni lalu, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan bahwa suhu tinggi yang ekstrem di negara tersebut telah merenggut lebih dari 27 ribu nyawa sepanjang 2015 hingga 2025.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 16 jam yang lalu
PERISTIWA | 16 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 15 jam yang lalu
OLAHRAGA | 16 jam yang lalu






