Batal Gandeng LG, Pemerintah Rangkul Huayou

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 24 April 2025 | 21:07 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PLN. (BeritaNasioanal/PLN)
Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PLN. (BeritaNasioanal/PLN)

BeritaNasional.com -  Pemerintah segera melakukan pertemuan dengan perusahaan asal China Huayou, untuk membahas konsorsium proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Hal ini dilakukan setelah mendapatkan kepastian LG Corporation batal berinvestasi di Indonesia.

"Kita juga ini baru mau ketemu insyaallah kalau tidak di minggu ini, minggu depan, kita akan ketemu dengan pihak Huayou-nya, membahas terkait ini, mematangkan," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan di Jakarta. 

Melansir Antara, Kamis (24/4/2025) ia menerangkan  setelah memastikan LG keluar dari konsorsium tersebut, pihaknya akan membuat desain baru, serta merencanakan pelibatan pihak lain dalam fasilitas ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

"Kemudian kita memfasilitasi pembentukan joint venture-nya," kata dia.

Sebelumnya proyek baterai EV yang dinamai Indonesia Grand Package tersebut sudah terealisasi sebesar 1,2 miliar dolar AS atau Rp20,2 triliun, dan nantinya Huayou akan mengisi sebagian besar sisa investasi yang mencapai 8,6 miliar dolar AS atau Rp145,2 triliun, dengan empat joint venture.

Joint Venture tersebut merujuk pada investasi di tambang nikel, pembuatan prekursor, katoda, anoda, cell battery, battery pack, dan daur ulang baterai.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan LG Energy Solution tidak mengundurkan diri dari sebagian investasinya di proyek ekosistem baterai, tetapi pemerintah Indonesia yang meminta LG mundur karena negosiasinya berjalan terlalu lama sejak 2020. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: