Menteri ESDM Bahlil Sebut Daerah Harus Peroleh Nilai Ekonomi Terbesar dari Pertambangan dan Hilirisasi

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 27 Oktober 2025 | 13:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto/Biro Pers)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto/Biro Pers)

BeritaNasional.com -  Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara investor, pemerintah pusat dan daerah, pengusaha, serta masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga menegaskan daerah harus memeroleh nilai tambah keekonomian yang terbesar dari proses pertambangan dan hilirisasi. 

"Hilirisasi ke depan itu harus berkeadilan bagi daerah-daerah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah, dan masyarakat daerah. Tidak boleh kue ekonomi itu dibawa semua ke Jakarta atau dibawa investor. Inilah sebagai implementasi dari sila kelima Pancasila," ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Ia mencontohkan keberhasilan hilirisasi di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah yang  mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 20%, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 6%.

Keberhasilan tersebut membuktikan hilirisasi mampu menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah.

"Ini adalah strategi untuk melakukan transformasi ekonomi kita, dari jasa konstruksi ke industri. Kalau ini konsisten kita lakukan, insya Allah kita akan menuju apa yang sudah ditargetkan, yakni menjadi salah satu negara yang GDP (gross domestic product)-nya masuk 10 besar pada 2045," ujar Bahlil.

Pemerintah sambung dia juga sedang menyusun peta jalan hilirisasi pascatambang, termasuk pembangunan industri baru setelah masa pertambangan berakhir.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah agar tidak bergantung pada kegiatan tambang semata.

Kementerian ESDM juga memastikan bahwa kebijakan hilirisasi dijalankan dengan prinsip pemerataan manfaat dan pemberdayaan masyarakat lokal. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: