Satgas Ungkap Capaian Penting dalam Upaya Dekontaminasi Cesium-137

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:17 WIB
Satgas ungkap capaian penting dalam upaya dekontaminasi Cesium-137. (Foto/Sinpo TV)
Satgas ungkap capaian penting dalam upaya dekontaminasi Cesium-137. (Foto/Sinpo TV)

BeritaNasional.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs-137) mengungkap capaian penting dalam upaya dekontaminasi zat radiokatif tersebut di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Selain menyelesaikan proses dekontaminasi 22 pabrik tercemar zat radioaktif dengan memindahkan 558,8 ton material terkontaminasi, 36.769 kendaraan telah terbebas zat radiokatif dan adanya penurunan penyebaran radioaktif di udara (airborne).

"Untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, kegiatan dekontaminasi di luar pabrik, terutama di zona merah, termasuk pemukiman, lapak, dan lahan kosong, secara intensif terus dilakukan oleh Satgas," kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang juga Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Satgas Cs-137, Rasio Ridho Sani seperti yang dikonfirmasi dari Jakarta Rabu (29/10/2025) dan dikutip Kamis (30/10/2025).

Selain telah berhasil membersihkan pabrik-pabrik yang terkontaminasi Cesium-137, Rasio mengungkap kemajuan penting dalam mitigasi dan penanganan kontaminasi Cesium-137, yang mana 36.769 kendaraan telah diperiksa dengan menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM) yang dioperasikan oleh BRIN dan KBRN Gegana Brimob Polri.

Sejak 17 Oktober 2025, kata dia, tidak ada lagi kendaraan yang terdeteksi Cesium 137. Hal itu menunjukkan indikasi penurunan penyebaran radioaktif melalui udara (airborne) di wilayah Cikande.

"Kemajuan penanganan kontaminasi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah melalui Satgas, kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama seluruh pihak, warga serta pihak lainnya, dalam mendukung mitigasi dan percepatan dekontaminasi ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Rasio menjelaskan, kontaminasi Cesium-137 di zona merah disebabkan penggunaan limbah peleburan logam (slag) terkontaminasi radioaktif, yang digunakan masyarakat sebagai material urukan.

Dari 12 lokasi yang teridentifikasi di zona merah, kata dia, lima lokasi telah berhasil didekontaminasi, sementara tujuh lokasi lainnya masih dalam proses dekontaminasi intensif. Pembersihan dan pemindahan material uruk terkontaminasi Cesium-137 di zona merah dilakukan oleh tim dari Nubika Zeni TNI-AD dan KBRN Gegana Brimob Polri.

Hingga saat ini, menurut Rasio, material dekontaminasi yang berhasil dipindahkan, baik dari pabrik maupun dari zona merah mencapai 275,87 meter kubik atau setara dengan 558,8 ton. Untuk keamanan, proses dekontaminasi secara ketat mengikuti protokol keamanan radiasi yang dikendalikan oleh Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari BRIN dan Bapeten.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: