Banjir Mulai Surut di 3 Provinsi, BNPB: Sisa Endapan Lumpur Masih Tebal
BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat kini mulai surut. Kondisi di sana disebut sudah membaik dan menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, cuaca tanpa hujan dalam dua hari terakhir menjadi faktor utama berkurangnya genangan di tiga provinsi tersebut.
"Dengan tidak ada hujan dua hari ini di tiga provinsi, yang kemarin, dua hari yang lalu semuanya airnya tinggi, nah sekarang sudah rata-rata sudah surut," kata Suharyanto kepada wartawan, dikutip Minggu (30/11/2025).
"Tinggal menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal. Mudah-mudahan satu-dua hari ke depan ini kondisinya nanti semakin baik," sambung dia.
Suharyanto menjelaskan, kondisi cuaca cerah ini turut terbantu oleh operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Cuaca dua hari ini di tiga provinsi, baik di Aceh, di Sumatera Barat, maupun di Sumatera Utara, Alhamdulillah ini terang, tidak ada hujan sama sekali," ujar Suharyanto.
Ia pun berharap kondisi ini bisa terus terjaga agar penangangan banjir dan longsor bisa berjalan dengan cepat.
"Mudah-mudahan ini berlangsung terus setiap hari sehingga membantu penanganan tanggap darurat bencana," ucap Suharyanto.
Tak hanya itu, Suharyanto menyebut bahwa operasi modifikasi cuaca akan terus diperpanjang selama masa tanggap darurat masih berlangsung.
"Kami akan perpanjang terus, menggunakan empat pesawat fixed wing jenis Caravan. Untuk di Aceh 1 pesawat, untuk di Sumatera Utara 1 pesawat, dan untuk di Sumatera Barat 1 pesawat. Dan kami masih memiliki satu cadangan 1 pesawat untuk kontinjensi," tandasnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







