Netanyahu Sambut Wacana Saudi Gabung Abraham Accords Usai Syarat Nuklir AS

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 | 21:44 WIB
Benjamin Netanyahu melakukan kejahatan perang (Foto/Sky News)
Benjamin Netanyahu melakukan kejahatan perang (Foto/Sky News)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut peluang Arab Saudi bergabung dalam Abraham Accords atau kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.

Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi perkembangan besar bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Netanyahu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi bergantung pada keputusan Riyadh untuk bergabung dalam Abraham Accords.

"Jika Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords, hal itu akan menjadi lompatan bersejarah menuju perdamaian di Timur Tengah," kata Netanyahu, seperti dikutip dari aljazeera. Kamis (23/7/2026).

Sebelumnya, Trump menyampaikan melalui unggahan di media sosial bahwa kesepakatan nuklir sipil antara Amerika Serikat dan Arab Saudi hanya akan disetujui apabila kerajaan tersebut menjadi bagian dari Abraham Accords.

Hingga kini, Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Trump tersebut. Namun, Riyadh selama ini menegaskan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum terdapat jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina merdeka.

Syarat tersebut menjadi salah satu sikap utama Arab Saudi dalam isu hubungan dengan Israel, meski beberapa negara telah lebih dulu melakukan normalisasi melalui Abraham Accords.

Saat ini, sejumlah negara yang tercatat menjadi bagian dari kesepakatan tersebut antara lain Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, Maroko, dan Kazakhstan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: