Maduro Mengakui Akhirnya Berbicara dengan Trump
BeritaNasional.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sekitar sepuluh hari lalu.
Maduro mengatakan, panggilan itu diprakarsai Gedung Putih dan berlangsung dalam nada saling menghormati, sebagaimana ia sampaikan dalam sebuah acara yang disiarkan Venezolana de Television.
Trump sebelumnya mengonfirmasi singkat adanya percakapan tersebut. Namun memang tidak memberikan banyak rincian.
“Saya tidak akan mengatakan itu berjalan baik atau buruk. Itu hanya panggilan telepon,” ujarnya.
Maduro menilai terbukanya saluran diplomatik sebagai langkah positif.
“Jika panggilan itu berarti ada upaya menuju dialog yang saling menghormati antarnegara, maka dialog itu kami sambut, diplomasi kami sambut, karena kami selalu mencari perdamaian,” katanya.
“Selamat datang dialog, selamat datang diplomat, selamat datang perdamaian. Damai, ya. Perang, jangan, jangan pernah seumur hidupmu,” ujarnya.
Panggilan telepon tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer dan operasi Amerika Serikat yang menargetkan Venezuela.
Ketegangan memuncak pada Sabtu lalu setelah Trump mengumumkan bahwa wilayah udara “di atas dan sekitar” Venezuela dianggap ditutup sepenuhnya.
Sebelumnya, pada Agustus, Amerika Serikat mengerahkan armada kapal perang ke Karibia dan menurunkan kapal induk terbesar di dunia pada November dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.
Sejak September, Amerika Serikat telah melakukan sedikitnya 21 serangan di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkotika, yang menewaskan sedikitnya 83 orang.
Awal pekan ini, Trump kembali memperingatkan bahwa ia akan segera mulai menargetkan jaringan perdagangan narkoba Venezuela melalui darat.
Sumber: Antara

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







