Venezuela Prioritaskan Pembangunan Rumah Bagi Korban Gempa

Oleh: Kiswondari
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:09 WIB
Bangunan luluh lantak akibat gempa dahsyat di Venezuela, 24 Juni 2026. (BeritaNasional/X Canal N)
Bangunan luluh lantak akibat gempa dahsyat di Venezuela, 24 Juni 2026. (BeritaNasional/X Canal N)

BeritaNasional.com - Setelah menangani korban jiwa dari dua gempa dahsyat yang melanda pada 24 Juni lalu, kini Venezuela memprioritaskan untuk membangun perumahan bagi warga yang terdampak. Hal ini dibahas dalam Majelis Nasional Venezuela yang digelar pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat.  

Melansir Viory pada Rabu (15/7/2026), Majelis Nasional Venezuela mengadakan pertemuan pertamanya pasca-gempa di Pusat Konvensi Taman Simon Bolívar, di dalam Pangkalan Udara La Carlota di Caracas, usai Istana Legislatif Federal, mengalami kerusakan struktural akibat gempa.

Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah adalah Rancangan Perjanjian Solidaritas dengan Korban Gempa dan Dukungan untuk Tindakan Penanganan Darurat Kemanusiaan. Dalam pertemuan itu, Wakil Presiden Majelis Grecia Colmenares, mempresentasikan dokumen tersebut, dengan menyebutkan kebutuhan mendesak untuk menyediakan perumahan bagi keluarga yang terdampak.

"Majelis Nasional ini berfokus pada penyusunan undang-undang baru dan reformasi mendesak kerangka peraturan yang ada, dengan tujuan tegas untuk menyediakan negara dengan alat hukum yang luar biasa dan cepat untuk mempercepat pembangunan dan alokasi solusi perumahan yang layak bagi keluarga yang terkena dampak," jelas Colmenares.

Dalam draf perjanjian itu juga mendesak organisasi internasional dan pemerintah asing yang menyimpan aset Venezuela yang dibekukan di luar negeri untuk melepaskannya demi tujuan kemanusiaan, sehingga dapat digunakan untuk membangun kembali daerah-daerah yang terdampak.

"Mengizinkan sumber daya kedaulatan tersebut dialokasikan secara langsung, eksklusif, dan di bawah kendali ketat mekanisme fiskal untuk perawatan, stabilisasi, dan rekonstruksi komunitas Venezuela yang dilanda gempa ganda pada 24 Juni 2026," ungkap Colmenares.

Sementara itu, Wakil Luis Augusto Romero mengangkat isu rekonstruksi La Guaira, salah satu negara bagian yang paling parah terguncang gempa, seraya menyerukan diakhirinya dilema palsu tentang apakah rencanan pembangunan di negara bagian pesisir tersebut.

"Kuncinya terletak pada bagaimana dan di mana. Harus ada penilaian forensik tentang apa yang terjadi. Harus ada studi geoteknik tentang tanah," kata anggota parlemen tersebut.

"Rakyat La Guaira ingin tinggal di tanah mereka. Kami lebih dari 400.000 jiwa yang tidak ingin menjadi diaspora internal," tambah Romero.

Kemudian, Ketua Parlemen Jorge Rodriguez membela penanganan darurat oleh pemerintah dan menyatakan bahwa tidak ada tawaran bantuan internasional yang ditolak usai bencana gempa bumi. Plt Presiden Delcy Rodriguez bahkan mengangkat setiap sambungan telepon yang masuk ke ponselnya. 

“Saya berada di samping Presiden Rodriguez pada dini hari tanggal 24 Juni, dan tidak ada satu pun panggilan telepon yang tidak dijawabnya. Tidak ada satu pun tawaran bantuan yang tidak diterimanya. Karena ini bukan saatnya untuk mengutamakan perselisihan. Ini adalah saatnya untuk mengutamakan penderitaan rakyat Venezuela,” tegasnya.

Di akhir Majelis, Rodriguez kemudian mengajukan kesepakatan untuk pemungutan suara, dan Rancangan Perjanjian Solidaritas ini akhirnya didukung oleh semua anggota parlemen yang hadir dalam sesi tersebut.

Berdasarkan data resmi terbaru, gempa ganda di Venezuela pada 24 Juni telah menyebabkan 4.734 orang tewas, 16.740 orang terluka, dan 33.652 pasien dirawat.

Sumber: Viorysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: