OpenAI Bantah Gugatan Apple Terkait Pencurian Rahasia Dagang: Tidak Ada Bukti
BeritaNasional.com - Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) kian memanas. OpenAI resmi membantah tuduhan yang dilayangkan Apple dalam gugatan terkait pelanggaran rahasia dagang.
Perusahaan pencipta ChatGPT ini menegaskan tuntutan hukum tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat.
“Meskipun kami menanggapi tuduhan ini dengan serius, kami tidak mengetahui adanya bukti bahwa pengaduan ini beralasan,” kata OpenAI dalam sebuah pernyataan resminya yang dikutip dari TechCrunch pada Rabu (15/7/2026).
Pihak OpenAI menegaskan pihaknya mengedepankan kompetisi yang sehat serta hak setiap individu untuk berkarier di perusahaan mana pun.
Saat ini, fokus utama perusahaannya adalah menciptakan teknologi inovatif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami percaya pada persaingan yang adil dan memberikan kebebasan kepada orang-orang untuk bekerja di mana pun mereka pilih, dan kami fokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang-orang di mana pun,” paparnya.
Tanggapan resmi ini keluar hanya berselang beberapa hari setelah Apple mendaftarkan gugatannya.
Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut menuduh sejumlah karyawan OpenAI yang merupakan mantan pekerja Apple telah melakukan upaya terstruktur untuk membawa kabur informasi rahasia dan kekayaan intelektual perusahaan.
Dalam berkas gugatan setebal 41 halaman yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California tersebut, Apple membidik beberapa petinggi OpenAI.
Salah satu nama besar yang terseret adalah Tang Tan yang saat ini menjabat sebagai kepala Bagian Perangkat Keras di OpenAI.
Sebelum menyeberang ke OpenAI, Tan merupakan veteran yang telah mengabdi selama 24 tahun di Apple.
Posisi terakhirnya di Apple pun tidak main-main, yakni sebagai Wakil Presiden Desain Produk untuk iPhone dan Apple Watch.
Ini menjadi momen pertama kalinya OpenAI memberikan respons mendalam terkait substansi kasus tersebut. Sebelumnya, sesaat setelah gugatan didaftarkan, OpenAI sempat memberikan pernyataan singkat kepada TechCrunch mengenai prinsip kerja mereka.
“Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun,” ujar pihak OpenAI.
Investigasi Internal Apple dan Ambisi Perangkat Keras OpenAI
Di sisi lain, Apple bersikeras bahwa investigasi internal mereka telah menemukan bukti konkret.
Apple mengeklaim OpenAI beserta para mitranya memanfaatkan informasi rahasia milik raksasa teknologi itu untuk mengembangkan produk perangkat keras (hardware) baru mereka sendiri.
Kecurigaan Apple ini diperkuat oleh sejumlah laporan di industri teknologi. Belum lama ini, OpenAI diketahui mengakuisisi startup bernama "io" milik mantan desainer legendaris Apple, Jony Ive.
Langkah ini memicu spekulasi kuat bahwa OpenAI tengah merancang perangkat keras yang akan bersaing langsung dengan ekosistem Apple.
Kabar terbaru dari Bloomberg mengungkapkan bahwa OpenAI sedang mengembangkan sebuah pengeras suara pintar (smart speaker) portabel tanpa layar. Perangkat ini dideskripsikan oleh sumber internal sebagai "pendamping AI mirip manusia" yang dirancang khusus untuk kebutuhan rumah tangga.
Uniknya, perangkat nirlayar yang dilengkapi elemen mekanis bergerak tersebut kabarnya digarap dengan melibatkan masukan dari sederet mantan insinyur Apple yang dulunya membidani lahirnya produk iPhone dan Mac.
Sumber: TechCrunch
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





