Bupati Aceh Tamiang: Tidak Terekspose, Bukan Berarti Saya Tidak Gerak

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 09 Desember 2025 | 14:40 WIB
Bupati Aceh Tamiang bergerak mengatasi bencana (Beritanasional/Bachtiar)
Bupati Aceh Tamiang bergerak mengatasi bencana (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran pemerintah daerah terus bekerja memaksimalkan upaya penanganan banjir, meski tidak semua langkah terekspose di ruang publik.

Menurutnya, sejak awal banjir melanda, seluruh unsur pemerintah, TNI–Polri, relawan, dan masyarakat sudah bergerak melakukan berbagai langkah darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, hingga penyaluran logistik dan layanan kesehatan.

“Tidak semua pekerjaan kami diekspos ke media, tetapi itu bukan berarti kami tidak bergerak. Kami bekerja siang malam bersama semua unsur. Fokus kami adalah keselamatan warga, bukan hanya publikasi,” kata Armia dalam keteranganya, Senin (8/12/2025).

Armia juga menyampaikan beberapa kendala yang terjadi dalam upaya penanggulangan, seperti listrik belum normal, jaringan, maupun BBM. Itu semua dihadapi demi penanganan bencana yang lebih baik.

"Jadi, kami dari Pemerintah bukan tidak berbuat apa-apa. Semua relasi yang ada kami gunakan agar bantuan banyak mengarah ke Tamiang untuk membantu masyarakat," tuturnya.

Armia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan kebersamaan dan tidak saling menyalahkan di tengah situasi darurat. Di mana Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah di Aceh yang mengalami dampak cukup tinggi.

Maka dari itu, dia memastikan bahwa semua sumber daya telah dikerahkan untuk memperkuat logistik, membuka akses wilayah terisolasi, serta memperbaiki infrastruktur secara bertahap.

“Ini bukan saatnya saling menyalahkan. Pemerintah, TNI–Polri, relawan, semuanya sedang bekerja. Mari kita fokus pada pemulihan dan memastikan warga terdampak tertangani dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Armia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu atau informasi yang dapat melemahkan upaya-upaya penanggulangan di lapangan.

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi. Jika ada keluhan atau kebutuhan mendesak, sampaikan melalui perangkat desa atau posko,” tukas dia.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: