Pertamina Perkuat Operasional Terminal BBM, Distribusi Energi di Aceh Kian Normal

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 20 Juli 2026 | 02:01 WIB
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat operasional terminal bahan bakar minyak (BBM) di Aceh sebagai upaya mempercepat normalisasi distribusi energi di provinsi tersebut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan berbagai langkah optimalisasi dilakukan di Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe dan Fuel Terminal (FT) Krueng Raya untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Menurutnya, penguatan operasional terminal menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keandalan distribusi BBM di Aceh di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

"Kami terus mengoptimalkan operasional terminal sebagai tulang punggung distribusi BBM di Aceh. Berbagai langkah percepatan dilakukan agar proses penyaluran semakin efektif, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan kondisi distribusi di lapangan terus menunjukkan perbaikan," ujar Fahrougi dilansir dari Antara, Senin (20/7/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina meningkatkan jam operasional penyaluran BBM di Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya dari rata-rata delapan jam menjadi 14 jam per hari. Operasional penyaluran juga diperluas dengan penambahan layanan pada hari Minggu.

Selain itu, frekuensi pengiriman mobil tangki ditingkatkan sekitar 65 persen untuk mempercepat distribusi BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun lembaga penyalur lainnya di berbagai wilayah Aceh.

Pertamina juga melakukan penyesuaian pola distribusi agar pasokan BBM dapat menjangkau daerah yang membutuhkan secara lebih cepat.

Sejak 12 Juli 2026, Integrated Terminal Lhokseumawe mulai memasok kebutuhan BBM ke wilayah Langsa dan Aceh Timur dengan rata-rata volume pengiriman mencapai 48.000 liter per hari.

Sementara itu, distribusi BBM untuk wilayah Bireuen dan Pidie dioptimalkan melalui kolaborasi antara Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran BBM berlangsung lebih cepat, merata, dan andal.

Fahrougi mengatakan sinergi antarterminal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di Aceh. Dengan optimalisasi kapasitas operasional di masing-masing terminal, pola distribusi dapat disesuaikan secara lebih fleksibel mengikuti kebutuhan di lapangan.

"Koordinasi dan sinergi antarterminal terus kami perkuat agar proses distribusi dapat berlangsung lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat," tambah Fahrougi.

Pertamina optimistis proses normalisasi penyaluran BBM di Aceh akan terus menunjukkan perkembangan positif dengan dukungan seluruh infrastruktur operasional yang dimiliki.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Aceh, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan distribusi energi berjalan optimal. Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

"Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan dan memberikan pelayanan terbaik agar kebutuhan energi masyarakat Aceh tetap terpenuhi," sebut Fahrougi.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: