WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, KBRI Kiev Turun Tangan
BeritaNasional.com - Seorang WNI diduga menjadi korban pembunuhan di Yerevan, Armenia, pada Rabu (15/7/2026). Kasus ini pun ditangani oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Kedutaan Besar RI di Kiev, Ukraina yang berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Armenia terkait penanganan kasus.
KBRI Kiev menyampaikan, setelah menerima informasi pada Kamis (16/7/2026), pihaknya segera berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, aparat penegak hukum Armenia, dan komunitas WNI setempat untuk memverifikasi informasi, mengidentifikasi sejumlah pihak yang terlibat, serta memperoleh keterangan mengenai proses penyelidikan.
“Berdasarkan informasi awal otoritas Armenia, korban dan pihak yang diduga sebagai pelaku merupakan WNI. Sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan,” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah dalam siaran pers pada Senin (20/7/2026).
Kemudian, KBRI Kiev juga terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait di Indonesia untuk melakukan verifikasi data korban serta menindaklanjuti berbagai informasi yang diterima, termasuk komunikasi dari pihak yang mengaku sebagai keluarga salah satu WNI yang diduga dibunuh itu.
Dalam rangka memastikan terpenuhinya hak-hak kekonsuleran WNI, kata Heni, KBRI Kiev telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia pada Sabtu (18/7/2026) guna memperoleh akses kekonsuleran bagi penanganan jenazah WNI serta untuk bertemu dengan salah satu WNI yang sedang menjalani proses hukum.
“KBRI Kiev akan terus menindaklanjuti perkembangan kasus, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan hukum Armenia,” terang Heni.
Sebelumnya diberitakan, seorang WNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tambuto (24), ditemukan tewas dalam kamar mes pekerja sebuah perusahaan di Kota Yerevan, Armenia. WNI tersebut diduga menjadi korban pembunuhan, namun kasus ini masih ditangani oleh aparat Armenia.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 19 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 23 jam yang lalu







