Persebaya Ditahan PSIS 2-2, Bernardo Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
BeritaNasional.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku belum puas meski timnya bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga uji coba bertajuk 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Meski hanya berstatus pertandingan pramusim, Tavares menilai laga tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan tim menjelang Piala Presiden 2026 dan kompetisi Liga musim 2026/2027.
Pelatih asal Portugal itu mengatakan salah satu tujuan utama dari pertandingan tersebut adalah memberikan kesempatan kepada sebanyak mungkin pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya. Menurutnya, performa pemain saat latihan belum tentu sama ketika tampil di bawah tekanan ribuan suporter.
"Ini salah satu target dari pihak kami. Saya ingin melihat siapa pemain yang memiliki kapasitas untuk bermain di bawah tekanan. Karena mereka bisa berlatih dua-tiga kali, tapi di sini, di GBT dengan lingkungan seperti ini, semuanya sangat berbeda," ujar Bernardo Tavares dilansir dari laman i.league, Selasa (21/7/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sempat unggul dua gol. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan setelah PSIS mampu menyamakan kedudukan hingga laga berakhir imbang 2-2.
Tavares mengaku kecewa dengan hasil tersebut, meski menilai timnya mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Menurutnya, penyelesaian akhir masih menjadi aspek yang harus segera dibenahi.
"Ada hal-hal yang saya sukai dari tim, kami menciptakan banyak peluang. Dan ada hal-hal yang tidak saya sukai, seperti kebobolan dua gol karena beberapa kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya tidak terjadi," kata Bernardo Tavares.
"Saya mengapresiasi tim PSIS Semarang, saya suka cara mereka bermain melawan kami. Bagi kami, perlu bekerja lebih keras, mencoba untuk lebih akurat dalam mencetak gol. Saya pikir kami menciptakan peluang untuk mencetak empat atau lima gol lagi," sambungnya.
Selain penyelesaian akhir, Tavares juga menyoroti pentingnya pergerakan pemain tanpa bola. Menurutnya, pemain yang tidak sedang menguasai bola harus lebih aktif membuka ruang agar rekan setim memiliki lebih banyak opsi saat membangun serangan.
Ia juga menilai kondisi fisik sejumlah pemain belum mencapai level terbaik. Namun, Tavares menganggap kondisi tersebut masih wajar mengingat Persebaya baru memasuki fase awal persiapan menghadapi musim baru 2026/2027.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







