Mengenal Spinal Neuronavigation, Teknologi “GPS Tubuh” untuk Operasi Tulang Belakang
BeritaNasional.com - Perkembangan teknologi medis terus mendorong peningkatan akurasi dan keselamatan pasien, terutama dalam bidang bedah saraf.
Salah satu inovasi terbaru yang kini mulai diterapkan di Indonesia adalah Spinal Neuronavigation, teknologi navigasi canggih yang berfungsi layaknya sistem GPS untuk tubuh manusia.
Apa Itu Spinal Neuronavigation?
Spinal Neuronavigation adalah sistem navigasi intraoperatif yang membantu dokter bedah memetakan anatomi tulang belakang pasien secara real-time dalam tampilan tiga dimensi (3D).
Teknologi ini memungkinkan dokter melihat struktur penting seperti saraf, tulang, dan jaringan di sekitarnya dengan presisi tinggi saat operasi berlangsung.
Dalam praktiknya, neuronavigasi membantu dokter menentukan jalur tindakan bedah secara akurat, meminimalkan sayatan, serta menurunkan risiko cedera saraf maupun perdarahan.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Jakarta, dr. Dimas Rahman Setiawan, menjelaskan bahwa teknologi ini sangat krusial pada kasus Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) dan spinal stenosis, di mana area operasi sangat sempit dan berdekatan dengan saraf vital.
“Teknologi ini memungkinkan dokter "melihat" struktur di balik tulang tanpa harus melakukan pembukaan otot yang lebar,” jelasnya dalam peluncuran Spinal Neuronavigation yang berlangsung di Gedung Annex RS Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Dengan neuronavigasi, dokter dapat menentukan secara presisi seberapa banyak tulang yang perlu diangkat untuk membebaskan saraf tanpa mengganggu stabilitas tulang belakang.
Pergerakan instrumen bedah juga dapat dipantau langsung di layar monitor dengan tingkat akurasi sub-milimeter.
Membantu Operasi Skoliosis Lebih Aman
Yang menjadi menarik teknologi ini juga berperan penting dalam operasi skoliosis, kondisi kelengkungan tulang belakang yang kompleks. dr. Wawan Mulyawan, menyoroti bahwa pada kasus skoliosis berat, penanda anatomi konvensional sering kali sulit dikenali akibat rotasi dan kelengkungan ekstrem.
Melalui neuronavigasi, pemasangan pedicle screw dapat diarahkan secara tepat agar berada di jalur tulang yang aman, sekaligus menghindari risiko sekrup menembus saluran saraf atau mencederai pembuluh darah besar.
Teknologi ini juga membantu perencanaan koreksi kelengkungan agar keseimbangan tubuh pasien kembali optimal.
Sementara itu, pada kasus fraktur kompresi vertebra, teknologi neuronavigasi memberikan manfaat signifikan, terutama dalam prosedur kyphoplasty. dr. Danu Rolian, menekankan bahwa meskipun prosedur ini minimal invasif, risiko kebocoran semen tulang tetap ada tanpa panduan visual yang akurat.
Neuronavigasi membantu memastikan jarum dan balon kyphoplasty masuk tepat di tengah badan tulang belakang secara simetris, sehingga pemulihan tinggi tulang menjadi optimal dan risiko kifosis permanen dapat dicegah.
Mewakili manajemen RS Jakarta, Prof. dr. Budi Sampurna, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang rumah sakit terhadap keselamatan pasien.
“Penerapan Spinal Neuronavigation bukan sekadar tren teknologi, melainkan komitmen Rumah Sakit Jakarta untuk menghadirkan standar keselamatan tertinggi bagi pasien (Patient Safety),” tegasnya.
Dengan kehadiran Spinal Neuronavigation, Rumah Sakit Jakarta berharap teknik operasi tulang belakang yang lebih presisi, aman, dan minim risiko dapat semakin dikenal serta diterapkan secara luas di Indonesia.
Sebagai catatan, launching Alat Neuronavigasi berlangsung menghadirkan tiga Dokter Spesialis Bedah Saraf terkemuka dari Rumah Sakit Jakarta. Dan dihadiri 200 peserta, yang merupakan undangan dan dokter dari beberapa wilayah Indonesia dalam rangkaian Ilmiah Seminar Kesehatan ber-SKP Kemenkes, secara luring dan darling (hibrida) kerjasama dengan Mitra Farma Indonesia sebagai komunitas tenaga professional kesehatan sekaligus penyelengaran event Seminar/Webinar Gratis untuk dokter, apoteker, bidan dan Tenaga Vokasi Farmasi di Indonesia.
PERISTIWA | 13 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







