ANRI Tekankan Pentingnya Arsip Bencana

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 18 Desember 2025 | 19:00 WIB
Museum Tsunami Aceh. (BeritaNasional/dok Museum Tsunami)
Museum Tsunami Aceh. (BeritaNasional/dok Museum Tsunami)

BeritaNasional.com -  Pemerintah diminta untuk sudah memikirkan pentingnya arsip bencana. Hal ini ditekankan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito yang menyebut arsip bencana merupakan bagian memori kolektif bangsa untuk memperkuat kesiapsiagaan dan pemulihan di masa depan.

"Arsip bencana tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga mencatat proses penanganan, pemulihan, serta kebijakan yang diambil dalam menghadapi situasi krisis,"ujarnya. 

Melansir Antara, Kamis (18/12/2025) ia mengungkap kita bisa mencontoh dari arsip tsunami Samudera Hindia di Aceh dan Nias, Sumatera Utara 2004. Arsip tersebut menyimpan pelajaran berharga yang harus terus diingat dan dipelajari bersama.

ANRI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sampai saat ini merawat sejumlah dokumen berupa peta, seismogram hingga foto atau video pendukung bagaimana tsunami terjadi.

Dokumen tersebut dipastikan dalam perawatan yang layak dari pemerintah sehingga fungsinya sebagai sumber pembelajaran penting dalam pengembangan sistem peringatan dini, mitigasi, dan tata kelola kebencanaan seismik nasional maupun internasional tetap terjaga.

"Pemanfaatan arsip bencana perlu diperluas, tidak hanya bagi arsiparis, tetapi juga bagi pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat umum," cetusnya.

Dia berharap, pengarsipan tersebut juga dapat dilakukan untuk bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang memberikan dampak kerusakan yang signifikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Para ahli ANRI siap mengumpulkan dokumen-dokumen terkait bencana ekologis yang terjadi serentak pada 25 November di tiga daerah tersebut bersama kementerian dan lembaga lainnya. Harapannya arsip tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi respons darurat dan upaya mempercepat proses pemulihan.

"Arsip bukan sekadar dokumen masa lalu, tetapi sumber pengetahuan dan pembelajaran yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan. Untuk itu disini juga hadir perwakilan dari BNPB, BMKG. Dan kita harapkan bersama semoga Sumatera segera pulih kembali," ungkapnya. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: