Trump Dorong Presiden Venezuela Mengundurkan Diri
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk segera mengundurkan diri dari kursi kepemimpinannya seiring meningkatnya ketegangan antara, AS dan Venezuela.
"Ya, saya pikir mungkin memang begitu. Terserah saja dia mau melakukan apa. Saya pikir akan menjadi langkah yang cerdas jika dia melakukan itu (mundur)," kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach.
Saat ditanya apakah tujuan Trump untuk memaksa Maduro melepaskan kekuasaan, Trump menjawab, "Jika dia bermain dengan keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bermain dengan keras."
Trump juga mengonfirmasi bahwa AS mengejar kapal tanker minyak yang dikenai sanksi selama akhir pekan.
Sejumlah media AS melaporkan bahwa Penjaga Pantai AS sedang melakukan pengejaran aktif terhadap kapal tanker minyak bernama Bella 1 di perairan internasional di lepas pantai Venezuela saat kapal tersebut dalam perjalanan menuju Venezuela untuk memuat kargo.
Surat kabar The New York Times pada Senin melaporkan bahwa kapal tanker tersebut telah melarikan diri ke Samudra Atlantik. Jika berhasil dicegat, ini akan menandai penyitaan kapal tanker minyak ketiga yang berhasil dilakukan oleh AS di lepas pantai Venezuela dalam waktu kurang dari dua pekan.
Pekan lalu, Trump memerintahkan "blokade total dan menyeluruh" terhadap semua kapal tanker yang dikenai sanksi dan masuk atau keluar dari Venezuela.
Trump juga menyatakan pemerintahan Maduro sebagai organisasi teroris asing yang ditetapkan oleh AS.
Pentagon telah mengerahkan sekitar selusin kapal perang, termasuk termasuk kapal induk utama USS Gerald R. Ford, dan sekitar 15.000 tentara ke Laut Karibia, yang berbagi garis pantai dalam jumlah signifikan dengan Venezuela. Kawasan tersebut belum pernah menyaksikan kehadiran militer AS semasif ini setidaknya dalam tiga dekade terakhir.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan perang dengan negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







