5 Orang Tewas dalam Aksi Protes atas Kinerja Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 02 Januari 2026 | 21:31 WIB
5 orang tewas dalam aksi protes atas kinerja Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/Instagram Pezeshkian)
5 orang tewas dalam aksi protes atas kinerja Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/Instagram Pezeshkian)

BeritaNasional.com - Sekitar lima orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam aksi protes yang terjadi di wilayah barat dan barat daya Iran pada Kamis (1/1/2026). Protes ini dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran terhadap mata uang asing, meningkatnya tekanan ekonomi dan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian.

Kantor Berita semi resmi, Fars, mengutip seorang pejabat lokal yang tidak disebutkan namanya, melaporkan lebih dari 150 orang berkumpul di wilayah Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Massa dilaporkan meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah serta melempari gedung-gedung publik dengan batu.

“Setelah polisi turun tangan, sebagian pengunjuk rasa melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan hingga melukai sejumlah petugas, sementara dua orang tewas dalam bentrokan tersebut,” kata pejabat itu pada laporan Fars, yang dikutip Jumat (2/1/2026).

Fars juga melaporkan, tiga orang lainnya tewas dan 17 orang terluka ketika sekelompok perusuh menyerang markas kepolisian di Provinsi Lorestan. Insiden itu terjadi dengan memanfaatkan aksi protes publik di Kota Azna.

Menurut laporan tersebut, bentrokan dipicu oleh para penyerang yang menggunakan senjata tajam dan senjata api saat berupaya melucuti aparat dan menyerbu gudang senjata.

Kekerasan ini terjadi setelah media lokal memberitakan penangkapan 20 orang dalam insiden di Kota Kuhdasht, Provinsi Lorestan, pada Rabu (31/12/2025). Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota pasukan Basij yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan tewas.

Pada 28 Desember 2025, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menggelar aksi protes menyusul anjloknya nilai tukar mata uang lokal, rial Iran, terhadap mata uang asing serta meningkatnya tekanan ekonomi. Aksi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain di seluruh negeri.

“Kami mengamati, mendengarkan, dan secara resmi mengakui adanya protes, krisis, dan tantangan yang terjadi,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengakui adanya ketidakpuasan publik. Ia menyatakan, pemerintah bertanggung jawab atas persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini dan mengimbau para pejabat agar tidak menyalahkan pihak eksternal seperti Amerika Serikat.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: