Viral BMW Putih Berpelat Kemhan Mengaspal di Jalan, Ternyata Pelat Palsu

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 12 Januari 2026 | 08:29 WIB
Mobil mewah menggunakan pelat nomor dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan). (Foto/Istimewa)
Mobil mewah menggunakan pelat nomor dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan). (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Sebuah mobil mewah merek BMW Putih tengah menjadi sorotan di media sosial, lantaran aksinya yang mengaspal di jalan sambil menggunakan pelat nomor dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) di tengah jalan yang lengang.

Dikutip lewat unggahan video akun Instagram @feedgramindo, tampak mobil BMW memakai pelat dinas palsu itu melaju sambil penumpang sebelah kiri merokok, karena terlihat ada tangan yang keluar dari jendela mobil.

Atas kejadian itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI, Rico Ricardo Sirait memastikan mobil BMW putih tersebut menggunakan plat palsu 

“BMW putih dengan pelat dinas Kemhan 51692-00, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” kata Toni saat dihubungi, dikutip Senin (12/1/2026).

Sebab, lanjut Rico, sesuai ketentuan, kendaraan dinas di lingkungan Kemhan berwarna hitam, dan sedan BMW tidak termasuk daftar inventaris kendaraan dinas. Lalu pelat nomor 51692-00 sudah tidak lagi terdaftar, karena masa berlakunya telah berakhir. 

“Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI. Namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang,” ujarnya.

Rico mengungkap penyalahgunaan pelat dinas dengan nomor 51692-00 yang sama juga sempat terjadi dipakai mobil Toyota Fortuner yang sempat viral sekitar awal tahun 2025.

Atas kejadian ini, Kemhan tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan POM TNI untuk menindaklanjuti pemalsuan pelat dinas. Karena penyalahgunaan inj merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi.

“Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban. Sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” tegasnya.

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: