Real Madrid Ditumbangkan Barcelona di Final Piala Super Spanyol, Ini Kata-kata Xabi Alonso
BeritaNasional.com - Real Madrid harus mengakui keperkasaan Barcelona setelah tumbang dengan skor 2-3 dalam final Piala Super Spanyol 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, tim berjuluk Blaugrana ini mencetak tiga gol masing-masing dari Raphinha (2) dan Robert Lewandowski.
Sementara itu, tim berjuluk Los Blancos ini sempat menyamakan kedudukan melalui Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia.
Pelatih Kepala Real Madrid Xabi Alonso memberikan apresiasi terhadap daya juang anak asuhnya meski harus menelan pil pahit di final Piala Super Spanyol 2026.
Dalam konferensi pers usai laga, Alonso mengakui adanya perasaan campur aduk. Meski kecewa gagal membawa pulang trofi, ia mengaku bangga dengan mentalitas Los Blancos.
“Kami berkompetisi dan berjuang hingga akhir. Ada kekecewaan karena gagal juara, tapi ada kebanggaan karena tim memberikan segalanya dalam situasi yang tidak menguntungkan,” ujar Alonso yang dikutip dari laman resmi klub pada Senin (12/1/2026).
Alonso menilai jalannya laga sebenarnya sangat seimbang. Madrid sempat memiliki peluang emas di pengujung laga untuk menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti.
“Final ini sangat seimbang dengan banyak momen berbeda. Kami hampir saja menyamakan kedudukan lewat dua peluang terakhir, namun kami kurang akurat dalam penyelesaian akhir,” tambahnya.
Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti bahwa kesalahan kecil di babak pertama menjadi pembeda, terutama setelah gol pertama lawan yang lahir dari kesalahan umpan.
Meski begitu, ia memuji ketahanan timnya yang mampu memberikan tekanan hebat di babak kedua.
Faktor fisik menjadi sorotan dalam laga ini. Alonso mengungkapkan bahwa cedera pemain cukup mengganggu stabilitas tim di menit-menit krusial.
- Fede Valverde terpaksa ditarik keluar karena cedera.
- Dean Huijsen bermain hingga batas kemampuan fisiknya.
- Vinícius Jr. tampil luar biasa dengan gol spektakuler, namun harus diganti pada menit ke-85 karena kram hebat akibat kelembapan udara yang tinggi.
Mengenai Kylian Mbappé, Alonso menjelaskan alasannya baru memasukkan sang bintang di babak kedua.
"Dia belum siap untuk memulai laga dengan intensitas tinggi sejak awal. Idenya adalah memasukkannya untuk memberikan dampak dan energi baru di 20 menit terakhir guna mencari ruang kosong," jelasnya.
Kekalahan di final ini tidak ingin diratapi terlalu lama oleh sang entrenador. Alonso menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan pemain dan menatap kompetisi lain yang masih berjalan.
“Kami tidak senang dengan hasilnya, tetapi musim masih panjang dan kami harus membalikkan keadaan secepat mungkin. Begitu sampai di Madrid, kami akan melupakan Piala Super ini dan fokus memenangkan semua kompetisi yang tersisa,” tandasnya.
Jalannya Laga El Clasico di Piala Super Spanyol 2026
Final Piala Super Spanyol di Jeddah bermula dengan tempo yang sangat ketat. Selama 30 menit awal, Real Madrid dan Barcelona bermain disiplin hingga minim peluang bersih.
Madrid sempat mengancam lewat aksi counter-attack cepat Vini Jr., namun kiper Joan Garcia tampil gemilang dalam situasi satu lawan satu.
Barcelona membalas melalui sepakan keras Raphinha yang masih bisa dimentahkan oleh Thibaut Courtois.
Intensitas meningkat setelah cooling break. Gonzalo hampir saja memecah kebuntuan di menit ke-32, namun lagi-lagi Joan Garcia menjadi tembok kokoh.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-35 saat Raphinha melepaskan tembakan silang mematikan yang gagal dihalau Courtois. Barcelona memimpin 1-0.
Memasuki masa injury time babak pertama, drama sesungguhnya dimulai. Vini Jr. mencetak gol penyama kedudukan yang spektakuler pada menit ke-47.
Melakukan solo run dari tengah lapangan, ia mengecoh Pedri dan Kounde dengan teknik kelas atas sebelum menyarangkan bola ke pojok bawah gawang.
Kegembiraan Madrid tak bertahan lama. Dua menit berselang, Robert Lewandowski kembali membawa Barca unggul.
Namun, Madrid menunjukkan mental baja. Menjelang peluit babak pertama berakhir, dari skema sepak pojok Rodrygo, sundulan Huijsen membentur mistar, dan bola rebound langsung disambar oleh Gonzalo untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Selepas jeda, tempo permainan semakin cepat. Vini Jr. dan Rodrygo berkali-kali meneror pertahanan Barcelona, namun Joan Garcia tampil dalam performa terbaiknya.
Di sisi lain, Courtois juga melakukan penyelamatan heroik saat menepis sepakan jarak dekat Lamine Yamal.
Momen keberuntungan justru berpihak pada Barcelona di menit ke-73.
Raphinha yang hendak menendang sempat terpeleset, namun bola justru mengenai tubuh Asencio sehingga berbelok arah dan mengecoh Courtois. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan lawan.
Di sisa waktu, anak asuh Xabi Alonso mengurung pertahanan Barcelona demi mencari gol penyeimbang. Keuntungan sempat didapat Madrid setelah Frenkie de Jong menerima kartu merah karena melanggar Mbappe.
Gempuran bertubi-tubi dilancarkan, mulai dari tembakan tajam Carreras hingga sundulan jarak dekat Asencio.
Sayangnya, hingga laga usai, dewi fortuna belum memihak Madrid karena bola selalu jatuh ke pelukan Joan Garcia. Skor 3-2 menutup kemenangan Barcelona di final tersebut.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 9 jam yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
POLITIK | 18 jam yang lalu






